Wednesday, December 31, 2014

Rahang Bukan Penyebab Kepunahan Kerabat Devonian

LaporanPenelitian.com - Rahang tidak membunuh sepupunya, nenek moyang mahkluk berahang tidak bertanggung jawab atas novel kematian sepupu tanpa rahang.

Anda tidak perlu menanggung dosa leluhur ketika mereka masih menghuni samudera. Ikan sangat bergantung pada ketersediaan ekosistem perairan dangkal. Naiknya permukaan laut lebih mungkin untuk disalahkan.

"Nenek moyang vertebrata berahang menyalip kerabat tanpa rahang 400 juta tahun lalu," kata Robert Sansom, paleontolog University of Manchester.

"Tampaknya tidak mungkin melalui kompetisi langsung melainkan ketidakmampuan sepupu tanpa rahang beradaptasi terhadap perubahan kondisi lingkungan," kata Sansom.

Keanekaragaman fosil ikan tanpa rahang dengan banser seperti ostracoderm yang dominan di laut kuno. Pola keragaman ostracoderm berkorelasi dengan perubahan kondisi lingkungan dan geologi.

"Kami menunjukkan ketergantungan ikan lapis baja pada lingkungan dangkal mungkin menjadi faktor di balik kepunahan mereka pada periode Devonian ketika permukaan air laut naik," kata Sansom.

"Memahami hubungan keanekaragaman hayati dan perubahan kondisi saat ini mengungkap catatan fosil yang hilang untuk sepupu tanpa rahang," kata Sansom.

"Ada kemungkinan mereka terpancar dan berkembang hingga 20 juta tahun sebelum kejadian pertama yang diketahui dari fosil," kata Sansom.

"Dengan demikian data biologis dan geologis membantu kita memahami sebuah peristiwa evolusioner penting dan merekonstruksi asal-usul kita sendiri sebagai vertebrata berahang," kata Sansom.
Discriminating signal from noise in the fossil record of early vertebrates reveals cryptic evolutionary history

Robert S. Sansom1,2 et al.
  1. Faculty of Life Sciences, University of Manchester, Manchester M13 9PT, UK
  2. School of Earth Sciences, University of Bristol, Life Sciences Building, 24 Tyndall Avenue, Bristol BS8 1TQ, UK
Proceedings of the Royal Society B, 17 December 2014, DOI:10.1098/rspb.2014.2245. Gambar: Emma Randle, University of Manchester
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment