Skip to main content

Detektor Gerakan Alien Kecil Di Planet Jauh

www.LaporanPenelitian.com - Detektor kehidupan kecil merasakan gerakan alien di planet jauh, sebuah tim membangun sensor gerak kehidupan mikroskopis.

Sampai hari ini, para ilmuwan telah mencoba menemukan tanda tangan kehidupan di luar Bumi dengan sinyal suara, scan langit dan dengan mengirimkan probe dan rovers untuk menganalisis sidik jari kimia.

Tapi jalur kimia sangat terbatas bahkan sama sekali tidak relevan dengan biologi alien. Sekarang tim di Swiss dan Belgia tertarik metode baru bahwa gerakan adalah tanda tangan universal kehidupan.

Jika Philae mendarat ke Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko mengendus air maka perangkat detektor gerak dapat merekam kehidupan ekstrim dalam bentuk apapun. Juga di sistem Jupiter, Saturnus atau Mars.

Detektor super sensitif merasakan suatu gerakan nanolevel yang dilakukan semua bentuk kehidupan. Teknologi sensor gerak telah terbukti akurat mendeteksi bakteri, ragi dan sel-sel kanker.

"Detektor nanomotion memungkinkan penyelidikan kehidupan dengan perspektif baru bahwa hidup adalah gerakan," kata Giovanni Longo, teknolog École Polytechnique Fédérale de Lausanne di Swiss.

"Ini berarti mendeteksi setiap gerakan kecil sistem kehidupan dan memberi sudut pandang yang melengkapi pencarian kehidupan," kata Longo.

Instrumen hanya beberapa ratus mikron yang dapat merasakan gerakan nano terkecil. Ketika Escherichia coli, ragi dan sel-sel manusia, tanaman dan tikus ditempatkan, sensor menghasilkan fluktuasi amplitudo.

Sistem deteksi sederhana, sangat sensitif, ringan dan murah. Prototipe menelan biaya kurang dari US$10.000 dengan daya baterai sangat kecil dan tersimpan dalam box 20x20 sentimeter.



Detecting nanoscale vibrations as signature of life

Sandor Kasas1,2 et al.
  1. Laboratoire de Physique de la Matière Vivante, Institut de Physique des Systèmes Biologiques, Facultè des Sciences des Base, École Polytechnique Fédérale de Lausanne, 1015 Lausanne, Switzerland;
  2. Département des Neurosciences Fondamentales, Faculté de Biologie et de Médecine, Université de Lausanne, 1005 Lausanne, Switzerland; and
  3. Department of Molecular Microbiology, Vlaams Instituut voor Biotechnologie (VIB), B-3001 Leuven, Belgium
Proceedings of the National Academy of Sciences, 29 December 2014, DOI:10.1073/pnas.1415348112. Gambar dan video: Sandor Kasas et al.

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…