Wednesday, December 31, 2014

Detektor Gerakan Alien Kecil Di Planet Jauh

www.LaporanPenelitian.com - Detektor kehidupan kecil merasakan gerakan alien di planet jauh, sebuah tim membangun sensor gerak kehidupan mikroskopis.

Sampai hari ini, para ilmuwan telah mencoba menemukan tanda tangan kehidupan di luar Bumi dengan sinyal suara, scan langit dan dengan mengirimkan probe dan rovers untuk menganalisis sidik jari kimia.

Tapi jalur kimia sangat terbatas bahkan sama sekali tidak relevan dengan biologi alien. Sekarang tim di Swiss dan Belgia tertarik metode baru bahwa gerakan adalah tanda tangan universal kehidupan.

Jika Philae mendarat ke Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko mengendus air maka perangkat detektor gerak dapat merekam kehidupan ekstrim dalam bentuk apapun. Juga di sistem Jupiter, Saturnus atau Mars.

Detektor super sensitif merasakan suatu gerakan nanolevel yang dilakukan semua bentuk kehidupan. Teknologi sensor gerak telah terbukti akurat mendeteksi bakteri, ragi dan sel-sel kanker.

"Detektor nanomotion memungkinkan penyelidikan kehidupan dengan perspektif baru bahwa hidup adalah gerakan," kata Giovanni Longo, teknolog École Polytechnique Fédérale de Lausanne di Swiss.

"Ini berarti mendeteksi setiap gerakan kecil sistem kehidupan dan memberi sudut pandang yang melengkapi pencarian kehidupan," kata Longo.

Instrumen hanya beberapa ratus mikron yang dapat merasakan gerakan nano terkecil. Ketika Escherichia coli, ragi dan sel-sel manusia, tanaman dan tikus ditempatkan, sensor menghasilkan fluktuasi amplitudo.

Sistem deteksi sederhana, sangat sensitif, ringan dan murah. Prototipe menelan biaya kurang dari US$10.000 dengan daya baterai sangat kecil dan tersimpan dalam box 20x20 sentimeter.



Detecting nanoscale vibrations as signature of life

Sandor Kasas1,2 et al.
  1. Laboratoire de Physique de la Matière Vivante, Institut de Physique des Systèmes Biologiques, Facultè des Sciences des Base, École Polytechnique Fédérale de Lausanne, 1015 Lausanne, Switzerland;
  2. Département des Neurosciences Fondamentales, Faculté de Biologie et de Médecine, Université de Lausanne, 1005 Lausanne, Switzerland; and
  3. Department of Molecular Microbiology, Vlaams Instituut voor Biotechnologie (VIB), B-3001 Leuven, Belgium
Proceedings of the National Academy of Sciences, 29 December 2014, DOI:10.1073/pnas.1415348112. Gambar dan video: Sandor Kasas et al.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment