Saturday, December 27, 2014

Gen Hubungan Lama Evolusi Sirip Menjadi Tangan

www.LaporanPenelitian.com - Genetika modern konfirmasi hubungan lama sirip dan tangan, paleontologi mendokumentasi adaptasi evolusioner yang diperlukan ikan bersirip.

Seiring waktu sirip dada menjadi kuat, struktur tulang, seperti Tiktaalik roseae yang memunculkan tetrapoda, hewan dengan kaki yang merangkak di perairan dangkal atau di darat.

Tapi biolog bertanya-tanya mengapa struktur modern disebut autopod yang terdiri dari pergelangan jari-jari tangan dan kaki tidak memiliki rekan morfologi yang jelas dalam sirip ikan hidup.

"Fosil-fosil menunjukkan pergelangan tangan dan jari jelas memiliki asal dari air. Tapi sirip dan anggota badan memiliki tujuan berbeda," kata Neil Shubin, biolog University of Chicago.

"Kami ingin menjelajahi dan lebih memahami hubungan dengan menambahkan data genetik dan molekuler untuk apa yang sudah kita ketahui dari catatan fosil," kata Shubin.

Autopod berbeda dengan kebanyakan sirip. Pergelangan tangan terdiri rangkaian tulang nodular kecil diikuti tulang tipis yang membentuk jari. Tulang sirip ikan memiliki satu set tulang panjang yang berakhir radial.

Gen utama yang pembentuk tulang, HoxD dan HoxA, juga berbeda. Tes pertama kali switch yang mengontrol gen HoxD dan Hoxa gen dari teleosts untuk tikus transgenik. Switch control ikan tidak memicu aktivitas autopod.

Lebih dari 300 juta tahun lalu, setelah makhluk mirip ikan menjadi tetrapoda maka satu leluhur dari garis keturunan teleost pergi melalui duplikasi seluruh genom, fenomena yang terjadi beberapa kali dalam evolusi.

Dengan menggandakan repertoar seluruh genetik, duplikasi memberikan mereka potensi diversifikasi besar yang membantu teleosts beradaptasi dari waktu ke waktu untuk berbagai lingkungan di seluruh dunia.
Deep conservation of wrist and digit enhancers in fish

Andrew R. Gehrke1 et al.
  1. Department of Organismal Biology and Anatomy, The University of Chicago, Chicago, IL 60637
Proceedings of the National Academy of Sciences, 22 December 2014, DOI:10.1073/pnas.1420208112. Gambar: Andrew Gehrke, the University of Chicago
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment