Friday, December 26, 2014

98 Spesies Baru Kumbang Genus Trigonopterus di Indonesia

LaporanPenelitian.com - 98 spesies kumbang baru di Indonesia, genus Trigonopterus dari Jawa, Bali dan pulau-pulau lain di Indonesia. Ini sangat mengejutkan!

Pulau-pulau tropis Jawa, Bali dan Lombok berserakan manik-manik gempal, sisa-sisa hutan hujan asli masih memiliki beberapa warisan permata fauna serangga yang sebagian besar belum diselidiki.

Cahyo Rahmadi, biolog LIPI di Cibinong, dan rekan pergi ke hutan dan mencari tumpukan sampah daun. Hanya satu dari 99 spesies genus Trigonopterus tersimpan dalam koleksi, 98 belum pernah terlihat mata manusia sebelumnya.

"Ini mengejutkan bahwa di Bali bahkan daerah yang teratur dikunjungi wisata menjadi rumah spesies yang tidak diketahui," kata Yayuk Suhardjono, biolog Museum Zoologi, LIPI.

"Banyak spesies ini terbatas pada daerah kecil, kadang-kadang hanya ditemukan di satu wilayah. Kumbang bersayap dan biasanya tinggal selama jutaan tahun sangat rentan perubahan habitat," kata Suhardjono.

Jawa, Bali dan Lombok padat penduduk sehingga hutan alam mudah dikonversi menjadi lahan pertanian jika publik tidak menyadari nilai. Sebagian DNA tiap bonggol spesies dibariskan untuk memilah dan mendiagnosa spesies.
Ninety-eight new species of Trigonopterus weevils from Sundaland and the Lesser Sunda Islands

Alexander Riedel1, Rene Tänzler2, Michael Balke3, Cahyo Rahmadi4, Yayuk R. Suhardjono5
  1. Natural History Museum Karlsruhe, Karlsruhe, Germany
  2. Zoological State Collection, Munich, Germany
  3. Zoologische Staatssammlung, Munchen, Germany
  4. Indonesian Institute of Sciences, Research Center for Biology, Cibinong, Indonesia
  5. Zoological Museum, Cibinong Science Center - LIPI, Jl. Raya Jakarta- Bogor, Indonesia
ZooKeys, 22 Dec 2014, DOI:10.3897/zookeys.467.8206. Gambar: Alexander Riedel et al.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment