Tuesday, December 23, 2014

Traksi Filopodia Sel Merasakan Lingkungan Kimia

www.LaporanPenelitian.com - Sel merasakan lingkungan menggunakan struktur antena, proyeksi sensor ultrasensitif mendeteksi lingkungan kimia dan lingkungan fisik.

Sel sangat peduli dalam banyak proses biologi, interaksi sel dan komunikasi dengan lingkungannya. Filopodia adalah struktur jari yang dapat memperpanjang diri, kontraksi dan menekuk dalam gerakan dinamis.

Tonjolan tabung dari membran sel membawa pesan tentang lingkungan kimia dan fisik. Struktur filopodia alat yang tepat dalam perkembangan embrio, pertumbuhan sel-sel saraf dan respon migrasi bakteri patogen.

"Struktur filopodia sangat dinamis dan kontrak ke segala penjuru. Tapi apa dan bagaimana? Kita ingin tahu," kata Poul Martin Bendix, biolog Niels Bohr Institute di University of Copenhagen.

Perangkap optik mikroskop menggunakan laser mengikuti gerakan sel hidup. Bola plastik di ujung melakukan pengukuran kekuatan ultrasensitif dan fluorescent marker memantau aktivitas dinamis filopodia individu.

"Di ujung antena memiliki kekuatan 1-100 piconewton. Setara gravitasi sel darah merah tunggal. Aktin memamerkan gerakan memutar sama seperti ketika Anda memutar karet gelang," kata Bendix.

Struktur berbentuk spiral ditemukan di mana-mana di alam, misalnya untai DNA serta rambut seperti silia dan flagela semcam helix yang memberi beberapa bakteri dan sel sperma kemampuan berenang.

Spiral filopodia sudah diprediksi dalam teori, tetapi prediksi didasarkan pada mekanisme berbeda. Lipatan berbentuk spiral juga dapat dibuktikan secara teoritis dengan pemodelan struktur aktin yang berputar di dalam tabung membran.

"Kami menunjukkan eksperimen dan perhitungan teoritis bekerja sama dengan baik ketika mempelajari mekanisme biologis," kata Bendix.



Helical buckling of actin inside filopodia generates traction

Natascha Leijnse1,2 et al.
  1. Niels Bohr Institute
  2. Lundbeck Foundation Center for Biomembranes in Nanomedicine, University of Copenhagen, 2100 Copenhagen, Denmark
Proceedings of the National Academy of Sciences, 22 December 2014, DOI:10.1073/pnas.1411761112. Gambar: Niels Bohr Institute; Video: Natascha Leijnse et al.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment