Tuesday, December 23, 2014

Degradasi Spons Tulang Evolusi Pasca Fajar Pertanian

LaporanPenelitian.com - Pemburu-pengumpul terakhir memiliki tulang rapuh akibat tidak aktif sejak fajar pertanian. Ribuan tahun evolusi manusia membuat kerangka jauh lebih ringan.

Simpanse modern, Australopithecus africanus, Homo neanderthalensis dan bahkan Homo sapiens awal memiliki kepadatan spons tulang lebih tinggi dibanding manusia saat ini.

Sebuah tim mengusulkan hipotesis dengan membandingkan kepadatan spons sendi pinggul primata non-manusia, pemburu-pengumpul kuno dan petani kuno. Pergeseran gaya hidup menetap menyebabkan tulang semakin rapuh.

Pemburu-pengumpul pada sekitar 7.000 tahun lalu memiliki tulang sebanding dalam kekuatan orangutan modern, petani yang sama lebih dari 6.000 tahun kemudian secara signifikan memiliki tulang lebih ringan dan lebih lemah.

Budaya pertanian mengurangi massa tulang 20% atau setara rata-rata astronot kehilangan berat badan setelah 3 bulan di ruang angkasa. Penurunan aktivitas fisik akar penyebab degradasi kekuatan tulang sejak ribuan tahun.

"Manusia kontemporer hidup dalam lingkungan budaya dan teknologi sesuai dengan adaptasi evolusi," kata Colin Shaw, antropolog University of Cambridge.

"Ada 7 juta tahun evolusi hominid membimbing tindakan dan aktivitas fisik untuk bertahan hidup. Duduk di mobil atau di depan meja bukanlah apa yang kita lakukan dalam evolusi sebelumnya," kata Shaw.

Sendi panggul pemburu-pengumpul sekuat kera lain, sedangkan pinggul petani kuno memiliki pengurangan spons yang signifikan. Jadi jika Anda ingin kerangka tetap kuat, mulailah berolahraga seperti pemburu-pengumpul.
Recent origin of low trabecular bone density in modern humans

Habiba Chirchir1,2 et al.
  1. Center for the Advanced Study of Hominid Paleobiology, Department of Anthropology, The George Washington University, Washington, DC 20052
  2. Human Origins Program, Department of Anthropology, National Museum of Natural History, Smithsonian Institution, Washington, DC 20560
Proceedings of the National Academy of Sciences, 22 December 2014, DOI:10.1073/pnas.1411696112

Gracility of the modern Homo sapiens skeleton is the result of decreased biomechanical loading

Timothy M. Ryan1 et al.
  1. Department of Anthropology, Center for Quantitative Imaging, EMS Energy Institute, The Pennsylvania State University, University Park, PA 16802; and Phenotypic Adaptability, Variation and Evolution Research Group
Proceedings of the National Academy of Sciences, 22 December 2014, DOI:10.1073/pnas.1418646112. Gambar: Stephan Schuster/Penn State University
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment