Skip to main content

Bakteri Komensal Takdir Jam Biologis Kematian

Laporan Peneltian - Bakteri komensal mengatur populasi manusia awal dengan peran kunci menstabilkan populasi manusia purba.

Mikroba melayani hidup manusia ketika kita masih muda, kemudian setelah usia reproduksi selesai, mereka membunuh kita. Mikroba adalah pelaku jam biologis kematian.

Laporan baru menawarkan penjelasan teoritis sudut keikutsertaan mikorba dalam evolusi manusia dengan detonator takdir melalui kanker, peradangan dan degeneratif penuaan.

"Alam memiliki masalah utama yaitu harus memiliki cara untuk menghapus mereka yang sudah tua," kata Martin Blaser, mikrobiolog New York University Langone Medical Center di New York City.

Mikroba menguntungkan manusia, hewan dan tanaman di masa pertumbuhan, tapi berubah menjadi agen kematian di kemudian hari dengan berbagai dampak seiring proses penuaan.

"Sumber daya selalu terbatas. Dan mereka memberi jalan kepada orang-orang muda untuk memegang kendali setelah orang tua mati. Ini yang dilakukan alam," kata Blaser.

Sebagian besar spesies, individu mati tak lama setelah fase reproduksi. Tapi manusia aneh, memiliki fase penuaan ekstra panjang. Blaser datang membawa hipotesis dari sudut simbiosis mikroba.

Dinamika awal populasi manusia mengatakan jalur yang benar. Mikroba memegang kendali evolusi untuk menjaga masyarakat seluruh host yang sehat, bahkan jika harus menguras biaya kesehatan host individu.

Blaser berkolaborasi dengan Glenn Webb, matematikawan Vanderbilt University di Nashville, untuk membangun model populasi manusia awal dengan karakteristik waktu 500-100 ribu tahun lalu.

Persamaan diferensial non-linear mendeskripsi variabel, tarif perubahan dari waktu ke waktu dan hubungan antar tingkat. Blaser dan Webb memasang parameter kematian oleh infeksi mikroba.
Host Demise as a Beneficial Function of Indigenous Microbiota in Human Hosts

Martin J. Blaser1,2,3, Glenn F. Webb4
  1. Departments of Medicine and Microbiology, New York University Langone Medical Center, New York, New York, USA
  2. VA Medical Center, New York, New York, USA
  3. Department of Biology, New York University, New York, New York, USA
  4. Department of Mathematics, Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, USA
mBio, 16 December 2014, DOI:10.1128/mBio.02262-14

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…