Saturday, December 20, 2014

Bakteri Komensal Takdir Jam Biologis Kematian

Laporan Peneltian - Bakteri komensal mengatur populasi manusia awal dengan peran kunci menstabilkan populasi manusia purba.

Mikroba melayani hidup manusia ketika kita masih muda, kemudian setelah usia reproduksi selesai, mereka membunuh kita. Mikroba adalah pelaku jam biologis kematian.

Laporan baru menawarkan penjelasan teoritis sudut keikutsertaan mikorba dalam evolusi manusia dengan detonator takdir melalui kanker, peradangan dan degeneratif penuaan.

"Alam memiliki masalah utama yaitu harus memiliki cara untuk menghapus mereka yang sudah tua," kata Martin Blaser, mikrobiolog New York University Langone Medical Center di New York City.

Mikroba menguntungkan manusia, hewan dan tanaman di masa pertumbuhan, tapi berubah menjadi agen kematian di kemudian hari dengan berbagai dampak seiring proses penuaan.

"Sumber daya selalu terbatas. Dan mereka memberi jalan kepada orang-orang muda untuk memegang kendali setelah orang tua mati. Ini yang dilakukan alam," kata Blaser.

Sebagian besar spesies, individu mati tak lama setelah fase reproduksi. Tapi manusia aneh, memiliki fase penuaan ekstra panjang. Blaser datang membawa hipotesis dari sudut simbiosis mikroba.

Dinamika awal populasi manusia mengatakan jalur yang benar. Mikroba memegang kendali evolusi untuk menjaga masyarakat seluruh host yang sehat, bahkan jika harus menguras biaya kesehatan host individu.

Blaser berkolaborasi dengan Glenn Webb, matematikawan Vanderbilt University di Nashville, untuk membangun model populasi manusia awal dengan karakteristik waktu 500-100 ribu tahun lalu.

Persamaan diferensial non-linear mendeskripsi variabel, tarif perubahan dari waktu ke waktu dan hubungan antar tingkat. Blaser dan Webb memasang parameter kematian oleh infeksi mikroba.
Host Demise as a Beneficial Function of Indigenous Microbiota in Human Hosts

Martin J. Blaser1,2,3, Glenn F. Webb4
  1. Departments of Medicine and Microbiology, New York University Langone Medical Center, New York, New York, USA
  2. VA Medical Center, New York, New York, USA
  3. Department of Biology, New York University, New York, New York, USA
  4. Department of Mathematics, Vanderbilt University, Nashville, Tennessee, USA
mBio, 16 December 2014, DOI:10.1128/mBio.02262-14
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment