Friday, December 19, 2014

Adaptasi Epistatik Evolusi Penglihatan Warna Manusia

www.LaporanPenelitian.com - Manusia berevolusi dari mamalia primitif yang memiliki penglihatan redup, bangkit dari dunia gelap menjadi kera untuk melihat semua warna pelangi.

Pendangan cerah adalah akumulasi evolusi molekul warna, banyak mutasi genetik dalam pigmen visual tersebar ratusan juta tahun. Proses beralih dari ultraviolet (UV) ke violet atau kemampuan menonton cahaya biru.

"Kami melacak semua jalur evolusi kembali 90 juta tahun lalu yang mendorong penglihatan warna manusia," kata Shozo Yokoyama, biologi Emory University.

"Kami menjelaskan jalur molekuler ini di tingkat kimia, tingkat genetik dan tingkat fungsional," kata Yokoyama.

Rahasia evolusi adaptif penglihatan manusia dan vertebrata lainnya datang dari molekul leluhur. Proses panjang melibatkan sintesis protein dan pigmen suatu spesies memerlukan 7 kali mutasi.

Lima kelas gen opsin mengkodekan pigmen visual untuk dim-light dan penglihatan warna. Potongan-potongan gen opsin berubah dan menyesuaikan lingkungan atas perubahan spesies dari tekanan seleksi alam.

Sekitar 90 juta tahun lalu, nenek moyang mamalia primitif aktif di malam hari dan memiliki sensivitas warna UV dan merah yang memberi mereka pandangan dunia bi-kromatik.

Sekitar 30 juta tahun lalu, nenek moyang manusia mengevolusi 4 kelas gen opsin untuk melihat spektrum semua warna dari cahaya tampak kecuali UV. Nenek moyang manusia yang tersebar dalam jutaan tahun.

"Gorila dan simpanse memiliki penglihatan warna seperti manusia. Atau mungkin kita harus mengatakan bahwa manusia memiliki penglihatan gorila dan simpanse," kata Yokoyama.

Lingkungan eksternal mendorong seleksi alam, begitu juga perubahan lingkungan molekuler. Scabbardfish yang menghabiskan sebagian besar hidup di kedalaman 25-100 meter hanya melakukan 1 mutasi genetik untuk beralih dari UV ke biru.
Epistatic Adaptive Evolution of Human Color Vision

Shozo Yokoyama1 et al.
  1. Department of Biology, Emory University, Atlanta, Georgia, United States of America
PLOS Genetics, 8 December 2014, DOI:10.1371/journal.pgen.1004884.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment