Friday, December 12, 2014

Avian Phylogenomics Project Bangun Pohon Evolusi Burung

Laporan Penelitian - Big Bang sebaran evolusi burung modern berasal dari dinosaurus dan kicau burung berevolusi secara terpisah 2 kali.

Di banyak relung waktu burung cepat mengevolusi bulu, terbang dan bernyanyi dalam lembaran tonase sekuen genom puluhan spesies burung modern untuk membangun pohon leluhur paling lengkap.

Grafik proyek internasional melacak 100 juta tahun dan ledakan evolusi burung 10-15 juta tahun setelah kepunahan massal dinosaurus 66 juta tahun lalu. Periode memunculkan hampir semua spesies 10.000 plus burung di Bumi saat ini.

Laporan baru akar moyang awal burung meliputi beo dan burung pekicau serta elang dan gagak adalah predator. Proyek 4 tahun menerjemahkan sidik jari genetik termasuk pelatuk, burung hantu, penguin dan flamingo serta 3 spesies reptil dan manusia.

Dekoding genom memungkinkan titik-titik sejarah karakteristik khusus. Sebuah wawasan segar bagaimana gen burung berbeda dari mamalia dan mekanisme biologis yang memunculkan keragaman luas di antara burung.

Parrot dan pekicau mendapat kemampuan belajar dan meniru aktivitas vokal independen dengan Kolibri, meskipun berbagi banyak gen yang sama. Hal ini mengejutkan karena karakteristik serupa biasanya berbagi leluhur dekat.

Lebih dari 200 ilmuwan memberikan kontribusi untuk Avian Phylogenomics Project dan temuan ini dilaporkan tersebar dalam 23 artikel termasuk 8 di jurnal Science dan 6 di BioMed Central.

Ayam dan kalkun mengalami sedikit perubahan dibanding burung lainnya setelah berevolusi dari dinosaurus. Garis keturunan mengalami perubahan dari moyang burung kuno sebagai keturunan langsung dinosaurus berbulu.

Sekuen genon buaya Amerika, buaya air asin dan buaya India kerabat terdekat burung hidup. Evolusi molekuler burung jauh lebih cepat dibanding buaya, kura-kura dan garis keturunan reptil lainnya, tapi tidak lebih lambat dari mamalia.

Para ilmuwan China National Genebank di Shenzhen menemukan penguin memiliki sejumlah besar gen yang bertanggung jawab untuk membuat bahan baku yang diperlukan untuk bulu. Protein yang dikenal sebagai beta-keratin.

Gen untuk jenis tertentu beta keratin memungkinkan mereka mengembangkan bulu tebal pendek dan kaku yang tetap hangat. Penguin memiliki gen DSG1 seperti pada manusia yang terlibat dalam penyakit dermatologis dengan kulit tebal di telapak tangan dan kaki.
A flock of genomes

Guojie Zhang, Erich D. Jarvis, M. Thomas P. Gilbert, 12 December 2014, Science

Avian genomes collection

Avian Genome Consortium, 11 December 2014, BioMed Central
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment