Friday, December 12, 2014

Kemakmuran Munculnya Moralisasi Dan Asketisme Agama

www.LaporanPenelitian.com - Kemakmuran, bukan kompleksitas politik, yang menjelaskan munculnya moralisasi agama.

Masyarakat pemburu-pengumpul dan chiefdom awal memulai tradisi keagamaan yang difokuskan pada ritual dan jangka pendek, persembahan korban dan tabu yang dirancang untuk menangkal kesialan dan kejahatan.

Ini berubah selama Axial Age antara 500 SM dan 300 SM dengan doktrin muncul di 3 tempat Eurasia yang menekankan gagasan transendensi bahwa keberadaan manusia memiliki tujuan melalui berbagai moderasi.

Pertapa dan gerakan moralisasi yang melahirkan tradisi Buddhisme, Islam, Yahudi, Hindu, dan Kristen semua muncul sekitar waktu yang sama di tiga wilayah yang berbeda Yunani, India dan China.

Hari ini semua agama-agama paling populer memiliki satu kesamaan yaitu fokus pada moralitas dan asketisme. Tapi para dewa tidak selalu peduli apakah Anda adalah orang yang jahat.

Dalam budaya di mana orang mengkonsumsi kurang dari 20.000 kilokalori per hari, bermoralisasi agama tidak pernah muncul. Tapi ketika masyarakat melewati ambang batas 20.000 kilokalori, bermoralisasi agama menjadi lebih mungkin.

Sebuah tim merancang model statistik berdasarkan sejarah dan psikologi manusia yang membantu menjelaskan munculnya agama-agama dunia dipicu kenaikan standar hidup peradaban besar Eurasia.

"Salah satu implikasi adalah agama-agama dunia dan spiritualitas mungkin berbagi lebih dari apa yang kita pikirkan," kata Nicolas Baumard, filsuf University of Pennsylvania.

"Di luar doktrin yang sangat berbeda, mereka semua memasuki sistem pahala yang sama dalam otak," kata Baumard.

Jadi apa yang berubah? Baumard dan rekan mengusulkan satu alasan sederhana bahwa orang menjadi kaya. Ketika orang miskin sumber daya mereka memprioritaskan imbalan segera sebagai strategi terbaik.

Tetapi ketika lebih makmur, orang-orang berpindah memprioritaskan tujuan jangka panjang. Setelah kebutuhan duniawi tercukupi, agama memiliki daya menggeser fokus dari imbalan materi jangka pendek menuju imbalan di akhirat.

"Kemakmuran mengubah psikologi masyarakat dan pada gilirannya mengubah sejarah agama mereka," kata Baumard.
Increased Affluence Explains the Emergence of Ascetic Wisdoms and Moralizing Religions

Nicolas Baumard1,2 et al.
  1. Philosophy, Politics and Economics Program, University of Pennsylvania, 311 Claudia Cohen Hall, 249 S 36th Street, Philadelphia, PA 19104, USA
  2. Département d’Études Cognitives, Ecole Normale Supérieure, 29 Rue d’Ulm, 75005 Paris, France
Current Biology, 11 December 2014, DOI:10.1016/j.cub.2014.10.063
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment