Skip to main content

Tradisi Lokal Burung Payudara Besar (Parus major)

Laporan Penelitian - Burung Payudara Besar (Parus major) menyalin teknik-teknik mencari makan baru dengan mengamati orang lain dan menyesuaikan tradisi lokal.

Di dalam jaringan sosial, peniru perilaku mempertahankan tradisi tahun-tahun terakhir mencari makan. Laporan baru menelisik bagaimana inovasi menyebar dan bertahan di dunia burung.

Belajar melalui pengamatan menciptakan tradisi budaya lokal sewenang-wenang. Suatu tradisi yang tidak memiliki bantalan terhadap kelangsungan hidup maka terkikis dari waktu ke waktu seiring generasi tua mati.

Tapi penduduk lokal Payudara Besar (Parus major) menunjukkan mayoritas kelompok mengadopsi hal-hal tradisi budaya lokal diteruskan ke generasi berikutnya dan bertahan selama bertahun-tahun.

Eksperimen melibatkan penduduk lokal Payudara Besar di Wytham Woods, Oxfordshire, Inggris. Dua jantan dilatih menggeser pintu kotak teka-teki ke kiri atau ke kanan. Dua laki-laki kelompok kontrol ditangkap tapi tidak dilatih.

Kemudian dilepas kembali ke populasi asli untuk bertindak sebagai inovator bersama-sama dengan kotak puzzle berisi hadiah cacing lezat. Tag elektronik mencatat dua metode mengeser pintu melalui link jaringan sosial.

Kedua metode sama baiknya, tapi setiap populasi eksperimental menyukai solusi pemecahan teka-teki yang diperkenalkan burung terlatih. Preferensi solusi sewenang-wenang meningkat dari waktu ke waktu membentuk tradisi stabil.

Ketika eksperimen diulang setahun kemudian masing-masing populasi masih menerapkan metode. Bahkan ketika menemukan 2 cara, mereka jauh lebih mungkin menggunakan tradisi lokal yang dominan.

"Pada manusia, tradisi baru muncul ketika perilaku baru menyebar ke jaringan sosial melalui proses belajar. Tapi kita memiliki pemahaman minim proses serupa terjadi di populasi hewan," kata Lucy Aplin, zoolog University of Oxford di UK.

"Kami menunjukkan tradisi berkelanjutan terjadi pada Payudara Besar liar. Tampaknya sebagian karena proses penyesuaian. Burung-burung menyalin perilaku mayoritas," kata Aplin.



Experimentally induced innovations lead to persistent culture via conformity in wild birds

Lucy M. Aplin1,2 et al.
  1. Edward Grey Institute, Department of Zoology, University of Oxford, Oxford OX1 3PS, UK
  2. Department of Evolution, Ecology and Genetics, Research School of Biology, Australian National University, Canberra, Australian Capital Territory 2600, Australia
Nature, 03 December 2014, DOI:10.1038/nature13998. Gambar: Molly Harwood/University of Oxford; Video: Lucy Aplin et al.

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…