Monday, December 8, 2014

Bangun dari Hibernasi, NASA New Horizons Menuju Pluto

www.LaporanPenelitian.com - Wahana NASA New Horizons terjaga dan berdaya menuju Planet Pluto, probe terbangun dari hibernasi pada Sabtu siang 6 Desember 2014.

Satu setengah jam kemudian, ia mengirim sinyal radio ke Bumi untuk konfirmasi reorientasi. Pesawat ruang angkasa saat ini sudah berada sejauh 2,9 miliar mil dari Bumi.

Sinyal bepergian dengan kecepatan cahaya, tapi butuh 4 jam 26 menit diterima NASA Deep Space Network di Canberra. Operator di Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory (APL) menegaskan modus aktif pukul 18:53 PST.

"Secara teknis, ini adalah rutin, karena prosedur yang kita lakukan berkali-kali sebelumnya," kata Glen Fountain, manajer proyek New Horizons di APL.

"Secara simbolis, ini adalah masalah besar, karena dimulainya operasi pre-encounter operations kami," kata Fountain.

New Horizons menghabiskan 9 tahun perjalanan hampir 3 miliar mil ruang. Selama 1873 hari atau 2/3 waktu dalam keadaan setengah tidur untuk menghemat listrik dan minimalisasi sumber daya monitor.

Beberapa instrumen terus mengumpulkan data angin dan debu partikel Surya di kekosongan antar planet. NASA membangunkan setidaknya 2 kali setahun untuk cek instrumen dan tes manuver. Panel komputer juga kirim pesan mingguan.

Pluto bagian Tata Surya. Pertama kali terlihat tahun 1930 dan tahun 1990-an para astronom mulai menyadari tidak sendirian dalam orbit jauh bagian dari sistem kompleks lebih dari 1.000 bola Sabuk Kuiper.

Setelah ini probe tidak akan tidur. Observasi Pluto dimulai 15 Januari 2015 pada jarak 260 juta kilometer (160 juta mil). Probe melakukan pendekatan orbit elips bulan Juli sedalam 7.700 kilometer sebelum misi berakhir.

New Horizons harus mengumpulkan data topografi Pluto dan membuka teka-teki lama para astronom tentang bulan terbesarnya Charon yang memiliki permukaan redup dan sulit dilihat telekop Bumi.

Onboard terdiri 7 instrumen termasuk spektrometer inframerah dan ultraviolet, lensa multicolor, lensa teleskopik resolusi tinggi dan detektor debu angkasa. Semua digerakkan listrik 100 watt dari generator radioisotop termoelektrik.

Pluto minimal berdiameter 2.300 kilometer atau lebih kecil dari Lunar dan memiliki massa sekitar 1/500 kali Bumi. Pluto dan 5 satelitnya mengitari Matahari setiap 247,7 tahun.

Pada tahun 2006 International Astronomical Union (IAU) menarik status Pluto sebagai planet karena ukuran terkecil dan reklasifikasi sebagai planet kerdil sehingga hanya menyisakan 8 planet resmi di Tata Surya.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment