Skip to main content

Bangun dari Hibernasi, NASA New Horizons Menuju Pluto

www.LaporanPenelitian.com - Wahana NASA New Horizons terjaga dan berdaya menuju Planet Pluto, probe terbangun dari hibernasi pada Sabtu siang 6 Desember 2014.

Satu setengah jam kemudian, ia mengirim sinyal radio ke Bumi untuk konfirmasi reorientasi. Pesawat ruang angkasa saat ini sudah berada sejauh 2,9 miliar mil dari Bumi.

Sinyal bepergian dengan kecepatan cahaya, tapi butuh 4 jam 26 menit diterima NASA Deep Space Network di Canberra. Operator di Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory (APL) menegaskan modus aktif pukul 18:53 PST.

"Secara teknis, ini adalah rutin, karena prosedur yang kita lakukan berkali-kali sebelumnya," kata Glen Fountain, manajer proyek New Horizons di APL.

"Secara simbolis, ini adalah masalah besar, karena dimulainya operasi pre-encounter operations kami," kata Fountain.

New Horizons menghabiskan 9 tahun perjalanan hampir 3 miliar mil ruang. Selama 1873 hari atau 2/3 waktu dalam keadaan setengah tidur untuk menghemat listrik dan minimalisasi sumber daya monitor.

Beberapa instrumen terus mengumpulkan data angin dan debu partikel Surya di kekosongan antar planet. NASA membangunkan setidaknya 2 kali setahun untuk cek instrumen dan tes manuver. Panel komputer juga kirim pesan mingguan.

Pluto bagian Tata Surya. Pertama kali terlihat tahun 1930 dan tahun 1990-an para astronom mulai menyadari tidak sendirian dalam orbit jauh bagian dari sistem kompleks lebih dari 1.000 bola Sabuk Kuiper.

Setelah ini probe tidak akan tidur. Observasi Pluto dimulai 15 Januari 2015 pada jarak 260 juta kilometer (160 juta mil). Probe melakukan pendekatan orbit elips bulan Juli sedalam 7.700 kilometer sebelum misi berakhir.

New Horizons harus mengumpulkan data topografi Pluto dan membuka teka-teki lama para astronom tentang bulan terbesarnya Charon yang memiliki permukaan redup dan sulit dilihat telekop Bumi.

Onboard terdiri 7 instrumen termasuk spektrometer inframerah dan ultraviolet, lensa multicolor, lensa teleskopik resolusi tinggi dan detektor debu angkasa. Semua digerakkan listrik 100 watt dari generator radioisotop termoelektrik.

Pluto minimal berdiameter 2.300 kilometer atau lebih kecil dari Lunar dan memiliki massa sekitar 1/500 kali Bumi. Pluto dan 5 satelitnya mengitari Matahari setiap 247,7 tahun.

Pada tahun 2006 International Astronomical Union (IAU) menarik status Pluto sebagai planet karena ukuran terkecil dan reklasifikasi sebagai planet kerdil sehingga hanya menyisakan 8 planet resmi di Tata Surya.

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…