Thursday, December 4, 2014

Etsa Zigzag Kerang Homo erectus Di Situs Trinil Jawa

Laporan Penelitian - Nenek moyang manusia mengukir pola abstrak, salah seorang anggota spesies hominid, Homo erectus, Jawa mengukir pola zigzag pada cangkang kerang.

Desain geometris pada kerang 500 tahun lalu jauh sebelum bukti awal etsa Homo neanderthalensis dan lukisan gua Maros Sulawesi. Cangkang kerang lain berisi tepi yang sengaja diasah dan permukaan halus sebagai alat pemotong atau penggores.

Pada tahun 2007, Stephen Munro mendapat kejutan dalam karirnya. Mahasiswa pascasarjana arkeologi mengumpulkan moluska dari pulau Jawa Indonesia di mana Homo erectus telah menjelajah minimal 1 juta tahun lalu.

Koleksi berbagai cangkang kerang setidaknya selama 100 tahun dikumpulkan oleh geolog Belanda Eugène Dubois. Saat mengamati foto-foto kerang, Munro melihat satu tampaknya diukir dengan motif garis zigzag.

"Saya terkejut dan hampir jatuh dari kursi," kata Munro.

Sekarang Munro dan rekan mengkonfirmasi salah satu kerang digunakan sebagai alat beberapa macam. Temuan memperluas kemampuan toolmaking H. erectus yang sebelumnya hanya dianggap mampu membuat dari batu.

Tapi situs Trinil di Jawa yang digali tahun 1890 menggunakan metode arkeologi cukup primitif dan bahwa tidak ada kajian ulang lokasi menggunakan teknik modern. Para ilmuwan menganggap temuan tidak memiliki konteks.

Mengingat berbagai kritik, Josephine Joordens, arkeolog Leiden University, dan tim memfokuskan penelitian pada sekitar 166 spesimen dari moluska air tawar Pseudodon di tempat tulang H. erectus ditemukan Dubois.

Sepertiga kerang memiliki lubang tepat di otot engsel. Lubang tampaknya dibuat manusia menggunakan gigi hiu yang juga ditemukan di situs tersebut sebagai alat untuk membuka kerang.

Francesco d'Errico, arkeolog University of Bordeaux di Perancis, menggunakan mikroskop untuk petunjuk objek ukir terutama mengungkap titik balik di ujung pola zigzag. Tapi bisa pola tipuan?

"Saya mengangkat skenario salah satu buruh Dubois mungkin bosan dan mengukir cangkang sambil menunggu makan siang," kata Robin Dennell, arkeolog di University of Exeter di Inggris.

Tapi pengamatan rinci ukiran bahwa alur interior halus dan bulat dibanding dengan alur bergerigi dan tajam. Pelapukan ukiran terjadi ketika kerang terkubur 430 ribu hingga 540 ribu tahun dalam sedimen situs Trinil.

"Ini bagian analisis ketat," kata Dennell.

Menurut teori evolusi, manusia harus membuat coret-coret sederhana non-simbolik sebelum seleksi alam memberi mereka kemampuan kognitif untuk mengubah menjadi tanda simbol abstrak.

Ukiran cangkang Trinil datang mendahului 300.000 tahun sebelum Homo sapiens berevolusi. Menantang apa yang kita ketahui tentang asal-usul seni dan pemikiran manusia yang kompleks.

Tangan stabil dan kuat menggunakan alat dari gigi hiu. Setengah juta tahun lalu sungai tenang Bengawan Solo di Jawa Timur rumah berbagai hewan air termasuk berbagai ikan dan kerang.

Kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di dalam kepala pembuatnya, tapi garis rapi dan bertujuan membuka jendela baru menuju asal-usul pikiran kreatif manusia modern.

Penting karena Homo sapiens dianggap spesies pertama yang memproduksi abstrak dan desain non-fungsional. Tidak ada hewan lain, bahkan simpanse yang diketahui membuat tanda non-fungsional.

"Ini dilakukan sangat hati-hati. Kera tidak melakukan hal itu. Akan mengejutkan jika mereka melakukan," kata Andrew Whiten, primatolog University of St Andrews di UK.
Homo erectus at Trinil on Java used shells for tool production and engraving

Josephine C. A. Joordens1,2 et al.
  1. Faculty of Archaeology, Leiden University, PO Box 9515, 2300RA, Leiden, The Netherlands
  2. Faculty of Earth and Life Sciences, VU University Amsterdam, De Boelelaan 1085, 1081HV, Amsterdam, The Netherlands
Nature, 03 December 2014, DOI:10.1038/nature13962. Gambar 1 dan 2: Wim Lustenhouwer/VU University Amsterdam: Gambar 3: Henk Caspers/Naturalis
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment