Thursday, December 4, 2014

Monyet Capuchin (Cebus apella) Tak Silau Barang Mewah

www.LaporanPenelitian.com - Monyet tidak tertipu harga mewah. Monyet Capuchin (Cebus apella) tidak berbagi preferensi mahal dan barang bermerek setara barang murah.

Sebuah tim menunjukkan monyet tidak seperti manusia, mereka kurang terpengaruh harga dan lebih cenderung memilih berdasarkan preferensi pribadi. Laporan baru menyelidiki asal kepentingan bias ekonomi primata.

"Kami mencoba melihat evolusi kuno kognisi primata dan tertarik pada beberapa bias rasional untuk melihat di mana berawal," kata Laurie Santos, kognisian Yale University.

Monyet Capuchin (Cebus apella) dilatih dalam token pasar. Mereka tahu bagaimana menggunakan token untuk membeli es rasa. Mereka juga tahu beberapa rasa lebih mahal dari lainnya.

Setelah pelatihan, Santos dan rekan menempatkan monyet dalam situasi di mana es rasa tersedia secara bebas tanpa memerlukan token dan monyet diizinkan memilih mana rasa yang mereka suka.

"Anda pergi ke toko dan tahu mana anggur mahal. Anda mungkin tidak membeli anggur mahal, tetapi jika Anda pergi ke sebuah pesta koktail dengan anggur gratis, Anda memilih yang mahal," kata Santos.

"Tapi makanan mahal tampaknya tidak mempengaruhi preferensi monyet. Kita lebih rasional dari monyet dan muncul pertanyaan di mana efek harga berasal," kata Santos.

Teori supply dan demand menggunakan harga merupakan indikator proksi kualitas. Kemungkinan lain bahwa manusia hanya mengikuti kawanan, menggunakan harga sebagai indikator popularitas.

"Kita tahu orang-orang kaya minum anggur ini atau orang-orang kaya mengendarai mobil itu," kata Santos.
Capuchin monkeys do not show human-like pricing effects

Rhia Catapano1 et al.
  1. Comparative Cognition Laboratory, Psychology Department, Yale University, New Haven, CT, USA
Frontiers in Psychology, 02 December 2014, DOI:10.3389/fpsyg.2014.01330.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment