Wednesday, December 3, 2014

Mastodon Amerika (Mammut americanum) Menghilang dari Beringia

LaporanPenelitian.com - Mastodon Amerika (Mammut americanum) dan megafauna mamalia menghilang dari Beringia sebelum manusia kuno datang.

Dating radiokarbon fosil Mastodon Amerika (Mammut americanum) di Alaska dan Yukon menyarankan petaka kepunahan lokal puluhan ribu tahun sebelum kolonisasi manusia.

Perkiraan awal antara 13.000 dan 14.000 tahun lalu atau bertepatan munculnya perubahan iklim di akhir Zaman Es sekitar 10.000 tahun lalu. Ketika itu di antara 70 spesies mamalia menghilang di Amerika Utara.

"Para ilmuwan mencoba mengumpulkan informasi tentang kepunahan ini selama beberapa dekade," kata Ross MacPhee, kurator American Museum of Natural History.

"Apakah akibat dari perburuan masif oleh orang-orang di awal di Amerika Utara? Apakah pemanasan global cepat di akhir zaman es? Apakah sebuah kiamat dramatis. Apakah bertahap oleh faktor-faktor kompleks?" kata MacPhee

Mastodon adalah anggota kelompok mamalia Proboscidea yang dulunya jauh lebih beragam dan luas. Hanya 2 spesies yang masih hidup hari ini yaitu gajah Afrika dan gajah Asia. Keduanya pun terancam punah.

Mastodon menjelajahi lanskep benua Amerika Utara serta perifer tropis Honduras dan pantai Arktik Alaska, bergantung tanaman berkayu atau rawa dataran rendah untuk sekitar 3,5 juta tahun sebelum akhirnya hilang 10.000 tahun lalu.

"Gigi Mastodon efektif mengupas dan menghancurkan ranting, daun dan batang dari semak-semak dan pohon," kata Grant Zazula, paleontolog Departemen Pariwisata Pemerintah Yukon.

"Jadi tampaknya tidak mungkin mereka bertahan di daerah yang tertutup es dari Alaska dan Yukon selama periode penuh glasial terakhir," kata Zazula.

Para ilmuwan menggunakan dua jenis radiokarbon 36 gigi dan tulang. Metode dirancang hanya untuk target materi kolagen tulang. Semua fosil lebih tua dari perkirakan sebelumnya dan sebagian besar melebihi 50.000 tahun.

Mastodon Amerika (Mammut americanum) mungkin hanya tinggal di Kutub Utara dan Sub-arctic untuk waktu terbatas sekitar 125.000 tahun lalu ketika suhu hangat seperti hari ini beserta hutan dan lahan basah.

"Residensi mastodon di utara tidak berlangsung lama. Kembalinya dingin dan glasial kering bersama dengan perkembangan gletser benua 75.000 tahun lalu efektif menghapuskan habitat," kata Zazula.

"Mastodon menghilang dari Beringia dan populasi mengungsi ke daerah-daerah lebih jauh ke selatan di mana akhirnya mengalami kepunahan lengkap sekitar 10.000 tahun lalu," kata Zazula.
American mastodon extirpation in the Arctic and Subarctic predates human colonization and terminal Pleistocene climate change

Grant D. Zazula1 et al.
  1. Yukon Palaeontology Program, Department of Tourism & Culture, Government of Yukon, Whitehorse, YT Y1A 2C6, Canada
Proceedings of the National Academy of Sciences, 1 December 2014, DOI:10.1073/pnas.1416072111. Gambar: George Teichmann
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment