Monday, December 1, 2014

Vaksin Ebola GSK dan NIAID Tanpa Efek Samping

Laporan Penelitian - Vaksin Ebola baru pertama bergerak lebih dekat ke dunia nyata, vaksin pembersih virus Ebola membuat tonggak penting memasuki uji efikasi skala besar di Afrika Barat yang terpukul epidemi.

Studi pada 20 orang sehat tanpa risiko, vaksin tidak menyebabkan efek samping serius yang memicu respon imun. Secara khusus uji klinis harus menjelaskan dosis paling kuat.

Vaksin yang dikembangkan bersama GlaxoSmithKline (GSK) dan U.S. National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) mengandung gen protein permukaan Ebola yang disulam di dalam adenovirus simpanse.

Tim NIAID di Bethesda, Maryland, mengumumkan uji klinis pada 29 Agustus dan start tanggal 2 September lalu. Bergerak dalam track super cepat menuju uji klinis 15.000 orang di Liberia dan Sierra Leone Januari nanti.

Eksperimen kecil kombinasi vaksin lainnya melibatkan 260 orang sedang berlangsung di Mali, Inggris dan Swiss dan harus menghasilkan data akhir bulan nanti. Dua vaksin Brincidofovir diproduksi Chimerix dan Favipiravir dari Fujifilm.

Laporan NIAID menjelaskan 2 dosis berbeda yaitu semakin tinggi dosis memicu antibodi dan respon sel T lebih baik, tetapi juga menyebabkan demam 24 jam sementara. Demam merupakan gejala awal dari Ebola itu sendiri.

"Jelas kami ingin memilih dosis yang imunogenik baik dan profil reactogenicity dapat diterima, termasuk tingkat rendah demam," kata Ripley Ballou dari GSK.

Tes skala kecil mirip vaksin lain dimulai pada bulan Oktober oleh NewLink Genetics berbasis di Ames Iowa mengandung gen protein permukaan Ebola yang disulam menjadi versi vesicular stomatitis virus (VSV).

NewLink Genetics of Ames adalah startup kecil berfokus kanker dan tidak memiliki produk di pasar. Tetapi pada 24 November NewLink dan raksasa Merck dari Whitehouse Station New Jersey mengumumkan perjanjian lisensi vaksin VSV Ebola.
Chimpanzee Adenovirus Vector Ebola Vaccine - Preliminary Report

Julie E. Ledgerwood et al.

The New England Journal of Medicine, 26 November 2014, DOI:10.1056/NEJMoa1410863. Gambar: NIAID
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment