Skip to main content

Forensik Genetik Konfirmasi Status King Richard III

Laporan Penelitian - Tes genetik mengkonfirmasi kerangka King Richard III, DNA akhirnya berbicara bahwa tulang-tulang di bawah tempat parkir di Leicester, Inggris, adalah Raja Richard III.

Analisis genetik menunjukkan kerangka memiliki rambut pirang dan mata biru, deskripsi cocok potret raja abad ke-15. Perbandingan DNA mitokondri dengan sampel dari 2 keluarga hidup Richard III juga cocok sempurna.

Tapi tidak ada perbandingan kromosom Y di antara sisa-sisa kerangka dan 5 laki-laki yang dianggap kerabat raja berdasarkan silsilah. Laporan baru menjadi kasus forensik tertua yang pernah dipecahkan.

"Richard bisa disamakan dengan kasus orang hilang. Kebenaran bahwa ini adalah Richard adalah 99,999 persen," kata Turi King, genetikawan University of Leicester.

Bukti genetik meletakkan sengketa terhenti 527 tahun lalu tetapi muncul pertanyaan apakah beberapa raja termasuk Henry IV hingga Elizabeth I dan seluruh Dinasti Tudor memiliki legitimasi klaim takhta yang sah.

Tapi, Kevin Schurer, wakil rektor University of Leicester, mengatakan klaim takhta didasarkan pada lebih dari sekedar darah bangsawan dan juga pada hal-hal lain seperti kemenangan medan perang dan pernikahan kerajaan.

"Kami tidak dalam cara apapun yang menunjukkan bahwa Her Majesty Elizabeth II tidak boleh bertakhta," kata Schurer.

Laporan baru juga pertama kalinya bukti ilmiah mempertanyakan garis suksesi kerajaan abad pertengahan. Para ilmuwan mengatakan sejarah dipenuhi dengan klaim dan kontra-klaim legitimasi kekuasaan.

"Ketika Richard naik takhta, katanya saudaranya Edward seharusnya tidak pernah jadi raja karena ia tidak sah," kata Steven Gunn, historian Oxford University.

Siapa pun tidak akan pernah mempelajari kebenaran di balik rumor yang paling buruk tentang Richard bahwa seseorang membunuh keponakannya yang masih muda untuk mengenggam mahkota.

"Ini membuka diskusi anumerta baru tentang warisan Richard. Dia telah dimispersepsi sebagai raja scoliosis," kata Gunn.



Identification of the remains of King Richard III

Turi E. King1,2 et al.
  1. Department of Genetics, University of Leicester, Leicester LE1 7RH, UK
  2. School of Archaeology and Ancient History, University of Leicester, Leicester LE1 7RH, UK
Nature Communications, 02 December 2014, DOI:10.1038/ncomms6631. Gambar: Univ. of Leicester

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…