Thursday, November 27, 2014

DNA Tetap Berfungsi Setelah Perjalanan Ruang

www.LaporanPenelitian.com - DNA Bumi bertahan dalam ruang ekstrem yang menempel di luar roket, bertahan selama peluncuran, perjalanan ruang dan kembali masuk atmosfer.

DNA tetap berfungsi setelah kembali ke Bumi dari ruang angkasa. Laporan baru menambah semakin banyak bukti beberapa kehidupan dapat bertahan radiasi, vakum dan suhu ruang ekstrim.

"Kami benar-benar terkejut. Awalnya, kami merancang eksperimen sebagai uji teknologi stabilitas biomarker selama penerbangan ruang dan re-entry," kata Oliver Ullrich, biolog University of Zurich.

"Kami tidak pernah berharap memulihkan begitu banyak DNA aktif utuh dan fungsional," kata Ullrich.

Sampel plasmid kecil berisi molekul DNA untai ganda yang terpisah dari DNA kromosom sel. DNA bertahan selama peluncuran roket, periode penerbangan angkasa, panas ekstrim atmosfer ketika re-entry dan dampak pendaratan.

Sampel dioleskan langsung pada permukaan luar pesawat ruang angkasa serta dalam alur kepala sekrup pada salah satu modul eksperimental dan di sisi bawah payload. Roket diluncurkan pada misi TEXUS-49.

Probe mencapai tingkat percepatan maksimum 13,5 g selama peluncuran dan 17,6 g saat re-entry, suhu lebih dari 1000 derajat C. Hampir 53 persen sampel DNA selamat dan 35 persen mempertahankan fungsi biologis penuh.

Sebuah pijakan transfer materi biologis antar objek Tata Surya, versi lain dan jauh lebih mungkin hipotesis panspermia dengan batu meluncur di suatu tempat seperti Mars oleh dampak asteroid.

Batu-batu mengandung mikroba, mengapung di ruang dan akhirnya jatuh ke permukaan planet seperti Bumi. Lebih dari 30 meteorit Mars sejauh ini terdeteksi di Bumi. Potensi mekanisme transfer kehidupan mikroba antar planet.
Functional Activity of Plasmid DNA after Entry into the Atmosphere of Earth Investigated by a New Biomarker Stability Assay for Ballistic Spaceflight Experiments

Cora S. Thiel1 et al.
  1. Institute of Anatomy, Faculty of Medicine, University of Zurich, Zurich, Switzerland
PLoS ONE, 26 November 2014, DOI:10.1371/journal.pone.0112979. Gambar: Adrian Mettauer
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment