Tuesday, November 25, 2014

Robot Selam Otonom Memeta Ketebalan Es Antartika

Laporan Penelitian - Robot selam mengukur ketebalan es laut Antartika. Es laut di sekitar Antartika lebih tebal dari diperkirakan sebelumnya yang lama membingungkan.

Perkiraan sebelumnya menggunakan pengamatan satelit, kapal dan bor menyarankan tutupan es Samudera Selatan lebih tipis 1 meter. Pengukuran baru memberi angka mulai 1,4-5,5 meter dengan beberapa daerah setebal 16 meter.

"Kami memiliki kesan cukup bahwa sampel dapat mewakili sebagian besar pack," kata Ted Maksym, oceanografer Woods Hole Oceanographic Research Institution di Massachusetts.

Autonomous underwater vehicle (AUV) bernama SeaBED panjang 2 meter dengan lambung kembar ditumpuk satu sama lain. Sonar memeta dari bawah gumpalan es terapung di permuakaan laut.

SeaBED bolak-balik melalui beberapa jalur berbeda seperti pola mesin pemotong rumput di kedalaman 20 sampai 30 meter bawah es untuk mengumpulkan data survei topografi 3D.

"Sekitar 50 persen area berubah yang berkontribusi terhadap lebih dari tiga perempat volume," kata Guy Williams, oceanogafer University of Tasmania.



Thick and deformed Antarctic sea ice mapped with autonomous underwater vehicles

G. Williams1,2 et al.
  1. Institute of Antarctic and Marine Science, University of Tasmania, Hobart, Tasmania 7004, Australia
  2. Antarctic Climate & Ecosystems Cooperative Research Centre, Hobart, Tasmania 7004, Australia
Nature Geoscience, 24 November 2014, DOI:10.1038/ngeo2299, Gambar: Klaus Meiners/Woods Hole Oceanographic Institution; Video: G. Williams et al.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment