Wednesday, November 19, 2014

Femtorisks, Risiko Chaos Sistem Dunia Kompleks

www.LaporanPenelitian.com - Risiko dunia semakin kompleks. Sistem beradaptasi mungkin dapat membantu mengurangi risiko runtuh sistemik seperti krisis keuangan tahun 2008.

Peningkatan kompleksitas dan interkoneksi sistem sosial ekonomi dan lingkungan membuat Anda lebih rentan. Risiko mungkin kecil, tetapi karena interkoneksi atau perubahan sistem dapat menyebabkan runtuh sekejap.

Femtorisks dapat mencakup individu-individu seperti teroris, pembangkang, pejabat culas, pedagang nakal atau faktor-faktor seperti perubahan iklim, teknologi atau globalisasi.

"Sebuah femtorisk adalah adegan skala kecil yang memicu rantai kompleks peristiwa, konsekuensi pada tingkat jauh lebih tinggi dari organisasi," kata Simon Levin, ekolog Princeton University.

"Sebuah sistem kompleks adalah sistem terdiri dari agen individu yang berinteraksi lokal dengan konsekuensi pada tingkat jauh lebih global dari organisasi kemudian gilirannya mempengaruhi perilaku individu," kata Levin.

"Para agen individu bisa apa saja dari sel dan molekul virus kecil, seekor burung dalam kawanan atau seorang pedagang di pasar. Setiap orang dari kita dalam lingkungan global," kata Levin.

Kompleksitas sistem membuat sulit atau bahkan tidak mungkin untuk memodel hasil dari perubahan spesifik atau risiko terutama yang sangat kecil atau tampaknya tidak signifikan.

Femtorisks memicu krisis besar termasuk credit default swaps yang menyebabkan krisis keuangan tahun 2008, Arab Spring atau krisis Ukraina yang menyebabkan pergolakan luas dalam sistem geopolitik.

Atau pemanasan suhu global yang mencairkan lapisan es di Arktik sehingga menyebabkan konflik kepentingan internasional besar-besaran di daerah itu untuk pertambangan dan kepentingan ekonomi.

Risiko tak terduga membutuhkan sistem manajemen paling tangguh bagi mereka untuk dapat beradaptasi dengan ancaman mendadak yang belum secara eksplisit diramalkan.

Levin dan rekan menyarankan gambar model pada sistem biologis seperti sistem kekebalan tubuh vertebrata yang telah berevolusi untuk merespon ancaman tak terduga dan beradaptasi dengan situasi baru.

"Dalam prakteknya tidak mungkin mengidentifikasi risiko. Itulah sebabnya pemerintah yang fleksibel dan adaptif sangat penting," kata Levin.

Prinsip-prinsip umum manajemen tersebut meliputi pengawasan yang efektif, respon segera, belajar beradaptasi hal baru dan menganalisis peristiwa yang pernah terjadi.

"Kita perlu merancang sistem yang secara otomatis membatasi potensi penyebaran kerusakan dan melengkapi dengan respon adaptif yang efektif dan fleksibel," kata Levin.
Dealing with femtorisks in international relations

Aaron Benjamin Frank1 et al.
  1. Department of Computational Social Science, George Mason University, Arlington, VA 22030
Proceedings of the National Academy of Sciences, 17 November 2014, DOI:10.1073/pnas.1400229111
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment