Saturday, November 15, 2014

Tak Ada Gen Ajaib Dalam Genom Supercentenarian

www.LaporanPenelitian.com - Rahasia umur panjang masih menjadi misteri, tapi jika rahasia umur panjang yang ditulis dalam gen maka kita belum menemukan varian yang ajaib pada supercentenarian.

Apa yang dibutuhkan untuk hidup sampai 110 tahun? Sebuah pencarian menyeluruh varian gen untuk umur panjang pada 17 supercentenarian dengan rata-rata usia 112 (tertua 116) tahun telah memberi tangan kosong.

Ada 74 supercentenarian hidup di seluruh dunia dan 22 di antaranya tinggal di Amerika Serikat. Supercentenarian sangat langka dan genom memegang rahasia untuk dasar genetik umur panjang yang ekstrim.

Laporan sebelumnya mengidentifikasi gen coding protein yang mungkin berperan penting umur panjang termasuk insulin-like growth factor-1 (IGF-1). Orang dengan varian IGF-1 menjadi kurang aktif dan ini memperlambat proses penuaan.

Tapi ketika Stuart Kim, biolog Stanford University di California, dan rekan membandingkan genom 16 perempuan dan 1 laki-laki berusia 110 tahun atau lebih dengan 34 orang berusia 21-79 tahun tidak menemukan perbedaan signifikan.

Ironisnya, seorang wanita supercentenarian memiliki varian gen yang diketahui meningkatkan risiko kematian mendadak melalui irama jantung yang tidak teratur.
Namun demikian, Kim berpikir perbedaan genetik pasti ditemukan.

"Kami tetap melanjutkan pencarian dan analisis yang lebih kompleks," kata Kim.
Whole-Genome Sequencing of the World’s Oldest People

Hinco J. Gierman1 et al.
  1. Depts. of Developmental Biology and Genetics, Stanford University, Stanford, CA, United States of America
PLoS ONE, 12 November 2014, DOI:10.1371/journal.pone.0112430
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment