Langsung ke konten utama

Anggur Pinot Noir Hutang Budi Genetik Virus Kuno

Laporan Penelitian - Anggur berutang budi virus kuno. Lain kali Anda menuangkan segelas anggur harus bersulang untuk virus 30 juta tahun yang memberi make-up genetik anggur modern.

Berbagai anggur Pinot Noir berutang bagian penting warisan genetik virus tanaman kuno. Virus biasanya kutukan bagi petani karena menyebabkan kerusakan tanaman.

Tapi laporan baru menunjukkan virus juga memainkan peran penting dalam evolusi. Sebagian besar spesies tanaman berbunga, bahkan yang paling primitif, berisi tanda tangan virus dalam materi genetik.

"Hewan dapat bergerak untuk menghindari ancaman tapi tanaman terikat ke tanah, mereka diwajibkan beradaptasi tekanan lingkungan dengan strategi baru," kata Andrew Geering, patolog University of Queensland di Brisbane.

"Tanaman mengatasi ancaman dengan mengakuisisi jalur biokimia atau kebiasaan pertumbuhan. Menarik materi genetik baru dari lingkungan seperti dari virus yang menginfeksi, berarti evolusi dipercepat," kata Geering.

"Untungnya, ada mekanisme khusus untuk memperbaiki mutasi. DNA asing dapat dimasukkan ke dalam kode genetik tanaman sendiri, seperti menggunakan dempul untuk mengisi celah di dinding," kata Geering.

"Para ilmuwan saat ini menggunakan teknik modern untuk memasukkan sekuen virus ke tanaman semacam vaksinasi terhadap infeksi di masa depan. Tampaknya ini sudah terjadi secara alami pada tanaman selama jutaan tahun," kata Geering.

"Seringkali apa yang sedang dilakukan di laboratorium di seluruh dunia hanya meniru proses alami," kata Geering.

Virus dimanfaatkan untuk kepentingan besar ilmiah dengan alasan sangat berbeda karena mereka pada dasarnya fosil molekul. Biasanya virus segera pecah setelah host mati sehingga sangat jarang mendapatkan gambaran virus kuno.

"Seperti fosil ditangkap dalam batuan seperti mengamati suksesi peristiwa evolusi menuju virus tanaman modern. Beberapa upaya evolusi tampaknya 'buntu' karena varian modern tidak ada," kata Geering.
Endogenous florendoviruses are major components of plant genomes and hallmarks of virus evolution

Andrew D. W. Geering1 et al.
  1. Queensland Alliance for Agriculture and Food Innovation, The University of Queensland, GPO Box 267, Brisbane, Queensland 4001, Australia
Nature Communications, 10 November 2014, DOI:10.1038/ncomms6269

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…