Tuesday, November 11, 2014

Forensik 3D Debu Sisa-Sisa Supernova SN1987A

Laporan Penelitian - Para astronom menggunakan teleskop radio di Australia dan Chile untuk melihat ke dalam sisa-sisa supernova 1987A.

SN1987A pertama kali dilihat di belahan Bumi selatan pada tahun 1987 ketika sebuah bintang raksasa tiba-tiba meledak di tepi galaksi kerdil Large Magellanic Cloud.

Selama 2 setengah dekade kemudian sisa-sisa Supernova 1987A terus menjadi fokus untuk mendapatkan banyak informasi tentang salah satu peristiwa paling ekstrem alam semesta.

Sekarang sebuah tim menggunakan Atacama Large Millimetre/submillimeter Array (ALMA) di Chile's Atacama Desert dan Australia Telescope Compact Array (ATCA) di New South Wales untuk mengamati dengan panjang gelombang mencakup radio hingga inframerah.

"Dengan menggabungkan 2 teleskop kita bisa membedakan radiasi yang dipancarkan perluasan radiasi gelombang kejut supernova," kata Giovanna Zanardo, astronom International Centre for Radio Astronomy Research (ICRAR) di Perth.

"Penting karena kita belum mampu memisahkan berbagai jenis emisi dan mencari tanda-tanda objek baru yang mungkin terbentuk ketika core bintang runtuh. Ini seperti penyelidikan forensik kematian bintang," kata Zanardo.



Spectral and morphological analysis of the remnant of Supernova 1987A with ALMA & ATCA

Giovanna Zanardo, Lister Staveley-Smith, Remy Indebetouw, Roger A. Chevalier, Mikako Matsuura, Bryan M. Gaensler, Michael J. Barlow, Claes Fransson, Richard N. Manchester, Maarten Baes, Julia R. Kamenetzky, Masha Lakicevic, Peter Lundqvist, Jon M. Marcaide, Ivan Marti-Vidal, Margaret Meixner, C.-Y. Ng, Sangwook Park, George Sonneborn, Jason Spyromilio, Jacco Th. van Loon

arXiv (last revised 6 Nov 2014), arXiv:1409.7811

Multi-dimensional simulations of the expanding supernova remnant of SN 1987A

T.M. Potter, L. Staveley-Smith, B. Reville, C.-Y. Ng, G. V. Bicknell, R. S. Sutherland, A. Y. Wagner

arXiv (Submitted on 14 Sep 2014), arXiv:1409.4068

Gambar: G. Zanardo, ICRAR-UWA; Video: Toby Potter, ICRAR-UWA, Rick Newton, ICRAR-UWA
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment