Skip to main content

Sensasi Hantu dan Penampakan Dunia Gaib Di Lab

LaporanPenelitian.com - Dengan ketukan di bagian belakang, peneliti membuat sensasi hantu. Pengalaman yang aneh halusinasi supranatural diciptakan lab.

Para ilmuwan menginduksi sensasi bulu kuduk bahwa seseorang berdiri di dekatnya ketika sama sekali tidak ada. Efek eksperimental menjelajahi bagaimana beberapa orang meyakini dunia gaib dan penampakan lainnya.

Laporan baru mendukung hipotesis bahwa pengindap skizofrenia dan epilepsi mengalami gangguan dalam sensasi pemantauan yang dihasilkan oleh perbuatannya sendiri memberi kontribusi untuk halusinasi dan delusi.

"Jika sinyal sensorik tertentu tidak disinkronkan dengan benar, kesalahan yang muncul pada otak sendiri ditimpakan pada objek lain," kata Olaf Blanke, neurosaintis École Polytechnique Fédérale de Lausanne di Swiss.

Pada tanggal 29 Juni 1970, pendaki gunung Reinhold Messner dan saudaranya menuruni puncak Nanga Parbat dalam kondisi beku, kelelahan dan kekurangan oksigen melihat kehadiran orang ketiga muncul di sudut pandang.

Pada tahun 2006, Blanke menguji fungsi otak pasien sebelum operasi epilepsi. Setiap kali elektrik merangsang wilayah otak yang bertanggung jawab untuk integrasi sinyal sensorik berbeda dari tubuh, pasien melihat seseorang hadir.

Hantu dan penampakan menjadi tema umum dalam sastra dan agama. Blanke menemukan beberapa kesamaan bagaimana pasien skizofrenia dan epilepsi melihat penampakan menakutkan.

Pencitraan otak menunjukkan delusi hantu memiliki lesi di korteks frontoparietal. Kerusakan area ini mengganggu otak dalam mengintegrasikan berbagai sinyal sensorik dan motorik untuk representasi yang koheren dari tubuh.




Neurological and Robot-Controlled Induction of an Apparition

Olaf Blanke 1,2,3 et al.
  1. Center for Neuroprosthetics, Ecole Polytechnique Fédérale de Lausanne, Station 19, 1015 Lausanne, Switzerland
  2. Department of Neurology, University Hospital of Geneva, Rue Micheli-du-Crest 24, 1205 Geneva, Switzerland
  3. Laboratory of Cognitive Neuroscience, Brain Mind Institute, Ecole Polytechnique Fédérale de Lausanne, Station 19, 1015 Lausanne, Switzerland
Current Biology, 06 November 2014, DOI:10.1016/j.cub.2014.09.049, Gambar: Alain Herzog/EPFL; Video: epflnews

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…