Skip to main content

Berapa Rasio Tikus dan Manusia Di Dunia Urban?

Laporan Penelitian - Tikus teman sejarah urban, dimana manusia membuang sampah di situ tikus menyertai. Tapi apakah rasio satu tikus untuk setiap manusia di dunia urban legendaris New York City?

Jonathan Auerbach, statistikawan Columbia University, mencoba melakukan sensus dan perbandingan jumlah tikus dan manusia di New York City. Rasio ini berkisar 1:4 bagian yaitu 2 juta tikus dibandingkan dengan 8 juta warga New York.

"Sementara populasi tikus masih menjadi masalah serius di New York City, tampaknya tidak ada bukti yang mendukung angka 8 juta. Data sangat berharga bagi evaluasi masyarakat dan kebijakan pemerintah," kata Auerbach.
Does New York City really have as many rats as people?

Jonathan Auerbach1
  1. Statistics Department at Columbia University; Center for Urban Research in the City University of New York
Significance, 3 OCT 2014, DOI:10.1111/j.1740-9713.2014.00764.x

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…