Wednesday, November 5, 2014

Microbiome Berubah Cepat Seiring Evolusi Manusia

www.LaporanPenelitian.com - Mikroba usus berubah cepat ketika manusia berevolusi. Sebagai manusia yang menyimpang dari kera, flora usus berkembang pesat menjadi lebih khusus untuk diet berbasis daging.

Manusia pada dasarnya menyimpan ekosistem usus yang mengandung triliunan mikroorganisme dan dalam perjalanan evolusi mereka keragaman bakteri usus secara drastis berkurang.

"Dengan melihat bagaimana perubahan terbaru evolusi manusia, saya berharap kita setting panggung untuk memahami sejarah evolusi lebih ke dalam microbiome," kata Andrew Moeller, evolusionis Yale University.

Gen 16S rDNA hadir di semua bakteri dalam sampel 416 simpanse liar, bonobo dan gorila yang dikumpulkan dari situs di seluruh Afrika kemudian dibandingkan data microbiome usus 638 manusia yang hidup di berbagai kondisi gaya hidup.

Bacteroides yang telah dikaitkan secara positif dengan diet kaya lemak hewani dan protein meningkat 5 kali lipat pada manusia sejak percabangan genus Homo dan Pan sekitar 13 juta tahun lalu.

"Kita tidak pernah bisa 100 persen yakin peristiwa yang terjadi jutaan tahun lalu, tapi kita dapat melihat bukti hari ini dan mengumpulkan penjelasan," kata Moeller.

"Semua bukti menunjuk pada kesimpulan yang sama bahwa microbiome manusia kurang beragam hari ini daripada nenek moyang kita," kata Moeller.
Rapid changes in the gut microbiome during human evolution

Andrew H. Moeller1,2 et al.
  1. Department of Ecology and Evolutionary Biology, Yale University, New Haven, CT 06511
  2. Department of Integrative Biology, University of Texas, Austin, TX 78712
Proceedings of the National Academy of Sciences, 3 November 2014, DOI:10.1073/pnas.1419136111, Gambar: Amédée Forestier
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment