Saturday, November 1, 2014

Parameter Air dan Forensik Mayat Tenggelam di Laut

Penelitian - Kadar oksigen laut mempengaruhi respon pemulung, sebuah tim kriminolog menyelidiki peristiwa apapun pada tubuh ketika tenggelam dengan parameter forensik.

Tiga bangkai babi disebar di kedalaman 100 meter untuk menilai aktivitas pesta pora pemulung dan pengamatan selama 3 tahun terus menerus untuk penyelidikan apa yang terjadi pada tulang terendam.

Koloni udang Munida quadrispina dan Pandalus platyceros adalah pemulung sigap, disusul kepiting Metacarcinus magister, kemudian diikuti Lysianassidae Orchomenella obtusa.

Proyek konstruksi Victoria Experimental Network Under the Sea (VENUS) menggunakan laboratorium kabel bawah laut memungkinkan peneliti memantau eksperimen dan peralatan melalui internet.

Banyak sensor mencatat kadar oksigen, suhu, tekanan, salinitas, kepadatan dan faktor lainnya setiap menit. Para peneliti mampu mengendalikan kamera dari mana saja termasuk di sebuah konferensi di Meksiko.

"Saanich Inlet adalah hipoksia sebagian besar tahun dan anoxic beberapa kali," kata Gail Anderson, kriminolog Simon Fraser University di British Columbia, Canada.

"Sementara hewan menyesuaikan oksigen rendah, bangkai ditempatkan kemudian semua pemulung besar keluar seperti udang dan kepiting Dungeness menyisakan lobster jongkok yang tidak dapat menembus kulit," kata Anderson.

Setiap bangkai ditempatkan di lokasi menggunakan kapal selam yang dioperasikan jarak jauh dengan kamera bawah air yang dikendalikan oleh Anderson dan rekannya Lynne Bell.

VENUS menggunakan sensor terus mengukur beberapa parameter lain untuk data tambahan termasuk kimia air dan rincian fisika. Anderson dan rekan baru saja mengerahkan 10 set bangkai babi yang dapat dilihat publik di venus.uvic.ca.



Deep Coastal Marine Taphonomy: Investigation into Carcass Decomposition in the Saanich Inlet, British Columbia Using a Baited Camera

Gail S. Anderson1, Lynne S. Bell1
  1. Centre for Forensic Research, School of Criminology, Simon Fraser University, Burnaby, British Columbia, Canada
PLoS ONE, 22 October 2014, DOI:10.1371/journal.pone.0110710
Gambar dan video: G.S. Anderson dan L.S. Bell
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment