Thursday, October 30, 2014

Ebola dan Filoviridae Muncul 16 Juta Tahun Lalu

LaporanPenelitian.com - Sebuah tim menyimpulkan filoviruses mungkin berakar leluhur zaman Miosen dan pada saat itu garis evolusi menuju Ebola dan Marburg sudah menyimpang.

Para ilmuwan sebelumnya percaya Filoviridae muncul sekitar 10.000 tahun lalu bertepatan dengan munculnya pertanian. Tapi laporan baru mendorong kembali dating keluarga bertepatan munculnya kera besar.

Keluarga Ebolavirus bukan spesies modern, sebaliknya Ebola dan Marburg masing-masing anggota garis evolusi kuno dan bahwa 2 virus ini terakhir memiliki nenek moyang bersama sebelum 16-23 juta tahun lalu.

Para ilmuwan menemukan filovirus seperti fosil gen, potongan materi genetik hewan dan organisme lain yang mendapatkan virus setelah infeksi dalam berbagai hewan pengerat.

Satu gen fosil disebut VP35 muncul di tempat yang sama dalam genom 4 spesies pengerat berbeda, 2 hamster dan 2 tikus, bahwa materi genetik mungkin diperoleh sebelum Epoch Miosen ketika tikus berevolusi menjadi spesies berbeda.

"Tikus ini memiliki miliaran base pairs dalam genom mereka," kata Derek Taylor, evolusionis State University of New York at Buffalo.

"Kemungkinan sangat kecil bahwa gen virus menginfeksi posisi yang sama pada spesies dan waktu berbeda. Penyisipan hadir pada leluhur mereka," kata Taylor.

Materi genetik VP35 lebih terkait erat dengan Ebola daripada Marburg bahwa garis yang mengarah ke virus sudah mulai menyimpang satu sama lain saat Miosen. Penyelidikan lebih lanjut bisa membuka teka-teki spesies host patogen.
Evidence that ebolaviruses and cuevaviruses have been diverging from marburgviruses since the Miocene

Derek J. Taylor1, Matthew J. Ballinger1, Jack J. Zhan1, Laura E. Hanzly1, Jeremy A. Bruenn1
  1. Department of Biological Sciences, The State University of New York at Buffalo, Buffalo, NY, USA
PeerJ, 2 September 2014, DOI:10.7717/peerj.556
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment