Thursday, October 30, 2014

Tak Ada Cara Untuk Mengerem Ledakan Penduduk

www.LaporanPenelitian.com - Meskipun pukulan asteroid menyapu ratusan juta orang tidak akan memperlambat pertumbuhan populasi manusia. Tidak ada cara untuk menghentikan pertambahan penduduk.

Setiap dekade atau lebih, manusia bertambah miliar di planet Bumi. Corey Bradshaw, demografer University of Adelaide, dan rekan membangun model komputer bahwa beberapa hal tetap menjaga angka tetap berlipat.

Momentum dan seberapa sensitif pertumbuhan penduduk terhadap kematian dan kesuburan. Data berisi tingkat kematian, rata-rata jumlah anggota keluarga dan ukuran populasi daerah dari WHO dan U.S. Census Bureau International Data Base.

Model komputer memproyeksikan pertumbuhan populasi manusia tahun 2013 sampai 2100 beserta input beberapa variabel untuk memodifikasi skenario berbeda seperti menjaga angka kematian dan kesuburan tetap sama seperti tahun 2013.

Skenario lain memproyeksikan efek perubahan rentang hidup lebih lama, ibu memiliki anak pertama pada usia yang lebih tua, kebijakan satu anak hingga kematian akibat bencana, perang atau pandemi.

Model cocok proyeksi oleh PBB untuk tahun 2100 dengan 12 miliar orang, bahkan ketika terjadi peristiwa global yang membunuh 5% populasi seperti Perang Dunia I, Perang Dunia II dan flu Spanyol.

"Bencana benar-benar hanya memiliki efek sedikit pada lintasan populasi manusia," kata Bradshaw.

Model juga menegaskan dampak manusia terburuk terhadap keanekaragaman hayati terjadi di Asia Tenggara dan Afrika di mana pada tahun 2100 kemungkinan memiliki kepadatan manusia tertinggi di dunia.

"Jadi, putri saya yang berusia 7 tahun tak akan pernah melihat gajah di Afrika," kata Bradshaw.
Human population reduction is not a quick fix for environmental problems

Corey J. A. Bradshaw1 dan Barry W. Brook
  1. The Environment Institute and School of Earth and Environmental Sciences, The University of Adelaide, Adelaide, SA 5005, Australia
Proceedings of the National Academy of Sciences, 27 October 2014, DOI:10.1073/pnas.1410465111
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment