Langsung ke konten utama

Cassini Menerima Sengatan 200 Volt Bulan Hyperion

www.LaporanPenelitian.com - Seperti mekanisme petir di Bumi, pada tanggal 26 September 2005, panel detektor Cassini menerima ketukan setara sengatan listrik 200-volt dari permukaan bulan Saturnus, Hyperion.

Meskipun wahana NASA/ESA Cassini terpisah dari benda-benda lebih dari 2.000 km, analisis baru merupakan konfirmasi pertama elektrostatik permukaan yang dibebankan objek lain pada banyak benda berbeda termasuk asteroid dan komet.

Hyperion adalah bulan terluar berbentuk spons di Saturnus dengan dimensi 180×133×103 km dan radius rata-rata 133 km. Cassini satu satunya wahana flyby Hyperion terjadi tanggal 26 September 2005. Ketika itu terbang 520 km di atas permukaan.

Sekitar 6 menit sebelum pendekatan terdekat, on board Cassini Plasma Spectrometer menerima elektron dari permukaan bulan. Pada saat yang sama instrumen Radio and Plasma Wave menerima fluktuasi intens gelombang plasma.

Seberkas partikel bermuatan negatif datang dari permukaan bulan bahwa listrik statis memainkan peran penting di Bumi yang pengap dan Lunar berdebu, tapi bukti pada objek lain di Tata Surya telah sulit dipahami sampai sekarang.

"Permukaan Hyperion bermuatan bila terpapar ultraviolet dari Matahari dan plasma yang berisi partikel bermuatan dalam magnetosfer Saturnus," kata Tom Nordheim, anggota tim proyek Cassini.

"Tak terlihat, gelembung bergerak dihasilkan oleh medan magnet internal planet. Perbedaan besar potensi antara permukaan dan wahana menghasilkan aliran elektron yang dipercepat dari Hyperion menuju Cassini," kata Nordheim.

"Keselarasan keduanya tepat bagi kita untuk mendeteksi event cukup langka ini. Jika Cassini berada di lokasi yang berbeda selama flyby tersebut, berkas elektron tidak akan terdeteksi," kata Nordheim.
Detection of a strongly negative surface potential at Saturn's moon Hyperion

T. A. Nordheim1,2 et al.
  1. Mullard Space Science Laboratory, University College London, Dorking, UK
  2. Centre for Planetary Sciences at UCL/Birkbeck, London, UK
Geophysical Research Letters, 16 October 2014, DOI:10.1002/2014GL061127
Gambar: NASA/JPL/Space Science Institute

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…