Friday, October 24, 2014

Deinocheirus mirificus, Dinosaurus Burung Unta Cretaceous

www.LaporanPenelitian.com - Misteri fosil dinosaurus milik burung unta raksasa, tulang raksasa mengungkap makhluk Cretaceous pemakan ikan Deinocheirus mirificus dengan lengan dan cakar besar.

Para ilmuwan memasang wajah dinosaurus raksasa pemakan ikan setelah hampir 50 tahun paleontolog menggali kuburan tulang misterius di gurun Mongolia. Fosil mungkin milik dinosaurus jenis burung unta raksasa.

Deinocheirus mirificus bipedal dengan tangan tidak biasa. Fitur senjata, tapi tidak ada yang tahu persis di mana letak Deinocheirus dalam pohon keluarga dino. Tulang-tulang menyerupai dinosaurus burung unta lainnya tapi tampak terlalu besar.

"Ini jelas hewan yang tidak biasa. Lebih dari 'perut bir' daripada khas ornithomimosaur," kata Thomas Holtz, Jr., paleontolog University of Maryland di College Park.

Panjang 2,4 meter dan spesimen forelimbs kerdil. Bahkan tulang kekar Deinocheirus membentang lebih panjang dari pelukan hewan bipedal lainnya. Berat 6 ton lebih dari 2 kali berat Hummer H2, dan lebih tinggi dari bangunan satu lantai.

"Ukuran besar memberikan beberapa perlindungan dari tyrannosaurid Tarbosaurus yang tampaknya telah relatif umum di Mongolia 70 juta tahun lalu," kata Philip Currie, paleontolog University of Alberta.

Yuong-Nam Lee, paleontolog Korea Institute of Geoscience and Mineral Resources di Daejeon, dan rekan mendating 70 juta tahun. D. mirificus dengan tanggem ducklike dan lidah besar mungkin penyedot debu yang menghisap ikan dan flora di dasar danau.

Resolving the long-standing enigmas of a giant ornithomimosaur Deinocheirus mirificus

Yuong-Nam Lee1 et al.
  1. Geological Museum, Korea Institute of Geoscience and Mineral Resources, Daejeon 305-350, South Korea
Nature, 22 October 2014, DOI:10.1038/nature13874

Palaeontology: Mystery of the horrible hands solved

Thomas R. Holtz Jr1
  1. Thomas R. Holtz Jr is in the Department of Geology, University of Maryland, College Park, Maryland 20742, USA, and in the Department of Paleobiology, National Museum of Natural History, Smithsonian Institution, Washington DC, USA
Nature, 22 October 2014, DOI:10.1038/nature13930
Gambar: Michael Skrepnick; Video: Y.N. Lee/KIGAM
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment