Skip to main content

Simpanse Timur Pan troglodytes schweinfurthii Menjarah Jagung

Laporan Penelitian - Kejahatan rombongan simpanse di waktu malam. Simpanse Timur (Pan troglodytes schweinfurthii) acuh tak acuh tertangkap kamera beroparasi di waktu malam menjarah tanaman jagung.

Di Kibale National Park Uganda di mana sepertiga Simpanse Timur (Pan troglodytes schweinfurthii) memiliki bekas luka atau anggota badan hilang karena jerat manusia membuat Anda berpikir mereka harus sangat waspada.

Tapi tampaknya simpanse tidak takut ketika datang untuk merampok tanaman di lahan petani tetangga. Sabrina Krief, antropolog National Museum of Natural History di Paris, dan rekan memasang kamera sensing gerak untuk merekam.

Kera tampaknya tidak menganggap serangan manusia berisiko. Salah satu dari mereka mencengkeram jagung di mulut, menggunakan pohon tumbang dan menyeberangi parit yang sengaja dipasang petani untuk melindungi ladang dari jarahan satwa liar.

Hominidae ketat diurnal yang telah melayani dengan baik untuk sebagian besar sejarah primata dalam menghindari macan tutul sebagai predator utama di malam hari. Sekarang manusia non-nocturnal mengambil posisi teratas di Kibale.

Tidak seperti geng manusia yang diam-diam khas misi berbahaya. Kelompok besar simpanse berangkat merampok termasuk anggota rentan seperti perempuan dengan mengendong bayi. Mereka tidak mencoba tiarap atau melarikan diri dengan cepat.



Wild Chimpanzees on the Edge: Nocturnal Activities in Croplands

Sabrina Krief1,2 et al.
  1. UMR 7206 CNRS/MNHN/P7, Eco-anthropologie et d’ethnobiologie, Hommes, Natures, Sociétés, Museum national d’histoire naturelle, Paris, France
  2. Projet pour la conservation des grands singes, Kibale National Park, Fort Portal, Uganda
PLoS ONE, 22 October 2014, DOI:10.1371/journal.pone.0109925
Gambar dan video: Sabrina Krief, DOI:10.1371/journal.pone.0109925

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…