Wednesday, October 22, 2014

Eropa Kuno Toleran Pertama Laktosa 4.000 Tahun Lalu

Laporan Penelitian - Manusia yang bergeser dari budaya pemburu dan pengumpul ke budaya pertanian, membuat genom bergeser juga. Orang Eropa toleran laktosa pertama terjadi 4.000 tahun ketika mereka membuat keju.

Transisi dari budaya pemburu-pengumpul ke pertanian ditulis dalam informasi genetik dan para peneliti menemukan pergeseran budaya dipaku sesuai perubahan dalam gen. Lebih mengejutkan berkaitan dengan toleransi laktosa.

Laporan baru redating adaptasi yang memungkinkan menikmati produk susu tanpa masalah pencernaan muncul lebih lambat berdasarkan sekuensing genom 13 orang di Great Plain Hungaria selama 5.000 tahun menjelang Zaman Besi.

"Anda tidak bisa berpikir pertanian dan metalurgi adalah teknologi yang datang ke dalam budaya dengan osmosis. Genom dan teknologi bermigrasi bersama-sama," kata Daniel Bradley, genetikawan Trinity College Dublin.

Di Eropa kemampuan untuk mengekstrak gula dalam susu non-manusia sangat umum. Tapi kemampuan ini bukan produk awal evolusi. Sebuah variasi mutasi genetik memungkinkan manusia untuk mencerna laktosa.

Laporan sebelumnya memperkirakan variasi ini harus terjadi 7.000 tahun lalu atau lebih ketika temuan bukti pembuatan keju. Tapi Bradley dan rekan tidak menemukan variasi dalam sampel DNA Hungaria sampai 3.000 tahun lalu.
Genome flux and stasis in a five millennium transect of European prehistory

Cristina Gamba1,2,3 et al.
  1. School of Archaeology, University College Dublin, Belfield, Dublin 4, Ireland
  2. Conway Institute, University College Dublin, Belfield, Dublin 4, Ireland
  3. Smurfit Institute of Genetics, Trinity College Dublin, Dublin, Ireland
Nature Communications, 21 October 2014, DOI:10.1038/ncomms6257, Gambar: University College Dublin.
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment