Tuesday, October 21, 2014

Gajah Afrika Loxodonta africana Deteksi Hujan Sejauh 150 Mil

www.LaporanPenelitian.com - Gajah Afrika (Loxodonta africana) mendeteksi badai hujan dari jarak sejauh 150 mil. Jumbo darat dengan jelas mampu mendeteksi kejadian hujan dari jarak jauh dan bergerak ke arahnya.

Di Nambia, seperti banyak wilayah lain di selatan-barat Afrika, adalah tempat panas dan kering sebagian besar tahun. Hewan yang hidup di sana dipaksa belajar memburu hujan yang terjadi dari Januari sampai Maret.

Gajah Afrika (Loxodonta africana) butuh banyak minum dan bermain air sehingga kawanan selalu bergerak mencari makanan dan air dalam pola migrasi aneh. Kawanan kadang-kadang mengubah arah tiba-tiba dengan alasan tidak jelas.

Sekarang Michael Garstang, enviromentalis University of Virginia, dan rekan memasang pelacakan GPS pada 14 gajah masing-masing anggota kawanan bergerak di daerah berbeda selama periode tahun 2002 sampai 2009.

Garstang juga melacak curah hujan menggunakan data satelit cuaca. Analisis kedua sumber data melihat perubahan mendadak arah migrasi sebagai upaya bergerak ke arah hujan. Kadang-kadang hingga sejauh 150 mil.

Para peneliti tidak mengetahui dengan pasti bagaimana gajah dapat mendeteksi curah hujan, tetapi mereka menduga gajah bisa mendengar dengan baik letusan guntur atau suara ketika hujan benar-benar memukul tanah.
Response of African Elephants (Loxodonta africana) to Seasonal Changes in Rainfall

Michael Garstang1 et al.
  1. University of Virginia, Department of Environmental Sciences, Charlottesville, Virginia, United States of America
PLoS ONE, 9 October 2014, DOI:10.1371/journal.pone.0108736
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment