Skip to main content

Gajah Afrika Loxodonta africana Deteksi Hujan Sejauh 150 Mil

www.LaporanPenelitian.com - Gajah Afrika (Loxodonta africana) mendeteksi badai hujan dari jarak sejauh 150 mil. Jumbo darat dengan jelas mampu mendeteksi kejadian hujan dari jarak jauh dan bergerak ke arahnya.

Di Nambia, seperti banyak wilayah lain di selatan-barat Afrika, adalah tempat panas dan kering sebagian besar tahun. Hewan yang hidup di sana dipaksa belajar memburu hujan yang terjadi dari Januari sampai Maret.

Gajah Afrika (Loxodonta africana) butuh banyak minum dan bermain air sehingga kawanan selalu bergerak mencari makanan dan air dalam pola migrasi aneh. Kawanan kadang-kadang mengubah arah tiba-tiba dengan alasan tidak jelas.

Sekarang Michael Garstang, enviromentalis University of Virginia, dan rekan memasang pelacakan GPS pada 14 gajah masing-masing anggota kawanan bergerak di daerah berbeda selama periode tahun 2002 sampai 2009.

Garstang juga melacak curah hujan menggunakan data satelit cuaca. Analisis kedua sumber data melihat perubahan mendadak arah migrasi sebagai upaya bergerak ke arah hujan. Kadang-kadang hingga sejauh 150 mil.

Para peneliti tidak mengetahui dengan pasti bagaimana gajah dapat mendeteksi curah hujan, tetapi mereka menduga gajah bisa mendengar dengan baik letusan guntur atau suara ketika hujan benar-benar memukul tanah.
Response of African Elephants (Loxodonta africana) to Seasonal Changes in Rainfall

Michael Garstang1 et al.
  1. University of Virginia, Department of Environmental Sciences, Charlottesville, Virginia, United States of America
PLoS ONE, 9 October 2014, DOI:10.1371/journal.pone.0108736

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…