Skip to main content

Kamuflase Cepat Warna Ikan Gobi Batu Gobius paganellus

www.LaporanPenelitian.com - Ikan Gobi Batu (Gobius paganellus) menggunakan kamuflase perubahan cepat warna untuk bersembunyi dari predator. Trik yang sama dilakukan bunglon untuk mencocokkan warna latar.

Ikan kecil Gobi Batu (Gobius paganellus) yang sederhana umumnya ditemukan di kolam batu sekitar Inggris, Eropa selatan dan Afrika Utara adalah master kamuflase dengan cepat mengubah warna untuk menyembunyikan diri di latar belakang.

Gobi Batu menggunakan trik yang sama seperti rekan bunglon menghindar dari predator dengan mengubah baik warna dan kecerahan kulit untuk mencocokkan latar belakang. Tapi Gobi melakukan lebih cepat, hanya dalam 1 menit.

"Siapa pun bisa melihat mereka berubah warna dalam ember. Penelitian kami menunjukkan ikan Gobi Batu cepat menyesuaikan penampilan untuk mencocokkan latar belakang," kata Martin Stevens, ekolog University of Exeter.

Mereka hidup di bawah tekanan predasi intens. Pada saat air pasang dari ikan yang lebih besar dan saat surut dari burung. Perubahan visual yang cepat harus menjadi keuntungan besar ketika mencoba untuk menghindari predator.

Perubahan warna didorong oleh sel khusus disebut kromatofora. Ini ditemukan di banyak hewan dan bekerja untuk menyingkat atau menyebarkan pigmen warna yang berbeda di atas kulit tubuh.

Rockpool Gobies Change Colour for Camouflage
Martin Stevens1, Alice E. Lown1, Alexander M. Denton1
  1. Centre for Ecology and Conservation, College of Life and Environmental Sciences, University of Exeter, Penryn Campus, Penryn, Cornwall, United Kingdom
PLoS ONE, 15 October 2014, DOI:10.1371/journal.pone.0110325
Gambar: Alice Lown dan University of Exeter

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…