Wednesday, October 1, 2014

Tren Menyebar Dalam Jaringan Sosial Pan troglodytes schweinfurthii

www.LaporanPenelitian.com - Jaringan sosial Simpanse Uganda (Pan troglodytes schweinfurthii) menunjuk bagaimana ide-ide baru muncul. Imitasi bukan hanya bentuk sanjungan tulus, tapi juga hal cerdas untuk dilakukan.

Tiga tahun lalu, simpanse pria dewasa, Nick, mencelupkan sepotong lumut ke dalam mata air di Uganda Budongo Forest. Seorang wanita, Nambi, menonton Nick mengangkat lumut ke mulutnya dan meremas hingga air keluar.

Tak lama Nambi manyalin perilaku Nick dan 6 hari kemudian spons lumut mulai menyebar semata-mata di antara klan bahwa tren baru telah lahir dalam masyarakat Simpanse Uganda (Pan troglodytes schweinfurthii).

Untuk membuktikan Nambi dan 7 simpanse lain mulai menggunakan spons lumut tidak hanya datang dari ide independen, Catherine Hobaiter dari University of St Andrews di Inggris, dan rekan menggunakan analisis statistik jaringan sosial.

Satu dekade lalu diyakini hanya manusia memiliki kapasitas untuk meniru. Laporan baru memperkaya laporan sebelumnya ketika Simpanse di Chimfunshi Wildlife Orphanage Trust sanctuary, Zambia, memulai dan menyalin tren rumput ke telingga.

Teknik yang digunakan Hobaiter belum lama pernah diterapkan pada Paus Humpback (Megaptera novaeangliae) ketika berburu. Menyalin mungkin tampak seperti hal mudah bagi manusia, tetapi tidak semua hewan mampu melakukan.

Simpanse di Gombe Stream Tanzania menyalin satu sama lain menggunakan ranting untuk memancing keluar rayap, tapi trik tidak menyebar jadi budaya. Kemampuan leluhur manusia menciptakan dan menyalin adalah eksploitasi ceruk kognitif.




Social Network Analysis Shows Direct Evidence for Social Transmission of Tool Use in Wild Chimpanzees

Catherine Hobaiter1 et al.
  1. School of Psychology and Neuroscience, University of St. Andrews, Fife, United Kingdom
  2. Budongo Conservation Field Station, Masindi, Uganda
PLoS Biology, September 30, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pbio.1001960
Gambar dan video: Catherine Hobaiter et al., DOI:10.1371/journal.pbio.1001960
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment