Wednesday, September 24, 2014

Bioreaktor Simbionis Komplek Melayani Rayap Petani

www.LaporanPenelitian.com - Rincian lengkap biomassa tanaman untuk konversi energi dalam bioreaktor industri masih jadi tantangan kompleks, tapi rayap petani jamur sudah memecahkan masalah ini lebih dari 30 juta tahun lalu.

Sementara para ilmuwan sejauh ini fokus pada jamur feed rayap, sekarang jelas bakteri usus peran utama efesiensi tinggi simbiosis. Manajemen canggih diterapkan rayap petani jamur yang mengurai tanaman hingga 90% dari semua materi tanaman mati.

Kerjasama multi-tahap rumit kunci sukses rayap petani sebagai dekomposer oleh pembagian kerja antara jamur pengekstrak komponen tanaman yang kompleks dan bakteri usus yang berkontribusi enzim untuk pencernaan akhir.

Rayap mengelola lahan jamur dengan cara yang sangat terstruktur. Sebuah tim menganalisis gen pabrik dekomposisi dalam sekuen genom rayap petani jamur dan tanaman jamur, serta komunitas bakteri penghuni usus.

Rayap tua pekerja mengumpulkan bahan tanaman dan membawanya ke sarang. Pekerja muda makan bahan tanaman bersama-sama dengan spora jamur dan menghasilakn limbah campuran tanaman spora menjadi layer baru taman jamur.

"Tapi butuh upaya besar-besaran sekuensing genom rayap itu sendiri, jamur serta beberapa metagenomik usus untuk menganalisis enzim yang terlibat dalam dekomposisi tanaman," kata Guojie Zhang, genetikawan BGI Shenzhen.

Sekitar 86% dari semua keluarga enzim glikosida hidrolase pada organisme hidup hadir dalam simbiosis. Kode jamur untuk enzim diperlukan untuk menangani karbohidrat, sedangkan mikroba usus kontribusi enzim oligosakarida pencernaan akhir.
Complementary symbiont contributions to plant decomposition in a fungus-farming termite

Michael Poulsen1 et al.
  1. Centre for Social Evolution, Department of Biology, University of Copenhagen, DK-2100 Copenhagen, Denmark
Proceedings of the National Academy of Sciences, September 22, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1319718111

Gambar: Saria Otani
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment