Skip to main content

Protein Antibeku dan Antileleh Ikan Notothenioid Antartika

LaporanPenelitian.com - Hidup di lingkungan ekstrim perlu satu trik untuk dua tujuan. Protein antibeku yang mengikat kristal es di dalam ikan notothenioid Antartika untuk menjaga tubuh dari pembekuan juga mencegah es mencair ketika suhu hangat.

Ikan Antartika sub ordo Notothenioidei hidup pada suhu air laut antara minus 1,9 dan plus 4 derajat Celcius. Pada tahun 1960-an, para ichthyolog menunjukkan ikan bergantung pada kehadiran spesifik protein antibeku dalam darah dan cairan lain.

Sekarang Chi-Hing Christina Cheng, biolog University of Illinois di Urbana-Champaign, dan rekan membalik situasi dengan menghangatkan ikan notothenioidei di atas suhu titik leleh. Beberapa kristal es internal gagal mencair.

Protein antibeku juga bertanggungjawan sebagai superheated yang mencegah kristal es mencair pada titik suhu leleh normal. Laporan baru mungkin contoh pertama respon menghadapi pemanasan berlebih es di alam.



Antifreeze protein-induced superheating of ice inside Antarctic notothenioid fishes inhibits melting during summer warming

Paul A. Cziko1 et al.
  1. Department of Biology, Institute of Ecology and Evolution, University of Oregon, Eugene, OR 97403
Proceedings of the National Academy of Sciences, September 22, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1410256111

Gambar: Wikimedia Commons
Video: Paul A. Cziko et a., DOI:10.1073/pnas.1410256111

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…