Monday, September 22, 2014

Galaksi Raksasa Mengkanibal Galaksi Lebih Kecil

LaporanPenelitian.com - Galaksi besar menimbun berat badan dengan makan galaksi kecil. Galaksi raksasa pensiun membuat bintang baru malah ngemil galaksi tetangga. Astronom melihat galaksi kecil sedang dimakan rekan-rekan mereka yang lebih besar.

Para astronom mengamati lebih dari 22.000 galaksi. Sementara galaksi kecil sangat efisien menciptakan bintang-bintang baru, galaksi besar hampir tidak memiliki bintang baru. Tetapi mereka justru tumbuh dengan makan galaksi lain.

"Semua galaksi mulai dari kecil dan tumbuh mengumpulkan gas untuk dikonversi jadi bintang. Kemudian mereka benar-benar terkanibal galaksi yang jauh lebih besar," kata Aaron Robotham, astronom University of Western Australia dan ICRAR

Bima Sakti dalam titik kritis tetapi bakal makan 2 galaksi kerdil tertangga yaitu Large dan Small Magellanic Clouds dalam waktu 4 miliar tahun. Akhirnya Bima Sakti mendapat pembalasan ketika menyatu dengan Andromeda sekitar 5 miliar tahun.

"Secara teknis, Andromeda memakan kita karena lebih masif," kata Robotham.

Hampir semua data dikumpulkan Anglo-Australian Telescope di New South Wales sebagai bagian dari survei Galaxy And Mass Assembly (GAMA). Survei GAMA melibatkan lebih dari 90 ilmuwan dan waktu 7 tahun untuk menyelesaikan.

Galaksi tumbuh lebih besar memiliki lebih banyak gravitasi sehingga lebih mudah menarik material tetangga. Alasan galaksi besar melambat melahirkan bintang baru karena efek umpan balik ekstrim di pusat galaksi yang dikenal sebagai core galaksi aktif.

"Topik ini banyak diperdebatkan, tetapi mekanisme populer bahwa inti galaksi aktif pada dasarnya memasak gas dan mencegah pendinginan sehingga mencegah pembentukan bintang baru," kata Robotham.




Galaxy And Mass Assembly (GAMA): galaxy close pairs, mergers and the future fate of stellar mass

A. S. G. Robotham1 et al.
  1. ICRAR, The University of Western Australia, 35 Stirling Highway, Crawley, WA 6009, Australia
Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, September 18, 2014

Akses : DOI:10.1093/mnras/stu1604

Gambar: Simon Driver and Dr Aaron Robotham, ICRAR.
Video : ICRAR
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment