Friday, September 19, 2014

Tes Darah Diagnosa Depresi Orang Dewasa

www.LaporanPenelitian.com - Tes darah pertama untuk mendiagnosa depresi pada orang dewasa. Tim di Northwestern Medicine® membuat terobosan pendekatan pertama menyediakan diagnosis ilmiah depresi.

Sebuah tes mengidentifikasi depresi dengan mengukur kadar 9 marker RNA dalam darah. Molekul RNA adalah utusan yang menafsirkan kode genetik DNA dan melaksanakan instruksi. Tes juga efektif untuk evaluasi setelah terapi kognitif.

"Ini jelas Anda memiliki uji laboratorium berbasis darah untuk depresi dengan cara yang sama ketika diagnosa tekanan darah tinggi atau kolesterol," kata Eva Redei, psikiater Northwestern University Feinberg School of Medicine.

"Tes ini adalah diagnosis kesehatan mental abad ke-21 dan menawarkan pendekatan farmasi secara pribadi pertama untuk orang yang menderita depresi," kata Redei.

Metode diagnosa depresi hari ini subjektif dan berdasarkan gejala non-spesifik seperti suasana buruk, kelelahan dan perubahan selera makan. Diagnosis subjektif juga bergantung kemampuan pasien melaporkan gejala dan kemampuan dokter menafsirkan.

"Kita tahu terapi obat dan psikoterapi efektif tapi tidak untuk semua orang. Kita tahu terapi gabungan lebih efektif tapi tes darah memungkinkan kita terapi target individu lebih baik," kata David Mohr, direktur Center for Behavioral Intervention Technologies di Feinberg.

Gangguan depresi mayor mempengaruhi 6,7 persen populasi dewasa di Amerika Serikat dalam setahun. Ada penundaan 2-40 bulan dalam diagnosis dan semakin lama penundaan maka semakin sulit depresi diobati.

Diperkirakan 12,5 persen pasien dalam perawatan primer memiliki depresi berat tetapi hanya sekitar setengah kasus yang didiagnosis. Tes berbasis biologis memiliki potensi pasar besar diagnosis lebih akurat dan tepat waktu.




Blood transcriptomic biomarkers in adult primary care patients with major depressive disorder undergoing cognitive behavioral therapy

E E Redei1,2 et al.
  1. The Asher Center, Feinberg School of Medicine, Northwestern University, Chicago, IL, USA
  2. Department of Psychiatry and Behavioral Sciences, Feinberg School of Medicine, Northwestern University, Chicago, IL, USA
Translational Psychiatry, 16 September 2014

Akses : DOI:10.1038/tp.2014.66
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment