Skip to main content

Planet Venus Batas Tepi Zona Seteru Kehidupan

www.LaporanPenelitian.com - Venus batas zona seteru di sekitar bintang dan planet serupa mengalami kondisi yang sama. Planet di zona Venus adalah kebalikan planet zona Goldilocks yang mengorbit cukup membuat air cair di permukaan.

Zona layak huni adalah titik kritis untuk planet mirip Bumi. Para ilmuwan memberikan zona Venus sebagai tepi dan di luarnya adalah zona tidak layak huni dimulai dan ambang batas atmosfer didorong menjadi sebuah rumah kaca.

"Kami menghitung bagian tepi tempat planet kehilangan atmosfer karena ditiup tekanan radiasi bintang," kata Stephen Kane, astronom San Francisco State University.

Bumi dan Venus kakak-adik. Bumi hanya 5 persen lebih besar dari Venus dan keduanya diyakini memiliki sejarah, kondisi dan material yang sama dalam sistem Surya. Bumi memiliki lautan air dan suhu moderat mendukung kehidupan.

Tapi Venus dengan efek rumah kaca terperangkap karbon dioksida bersuhu 462 derajat C. Cukup untuk melelehkan timah dan tekanan 92 kali atmosfer di permukaan Bumi. Semua air mendidih, hujan asam sulfat dan salju metalik di gunung.

"Kedua planet mungkin memiliki atmosfer dan jumlah air yang sama, tapi kemudian menyimpang menjadi dunia yang sama sekali berbeda. Perbedaan yang jelas adalah kedekatan Matahari," kata Kane.

Satu pertanyaan umum membantu memahami mengapa atmosfer Bumi berevolusi dengan cara sangat berbeda dari tetangganya. Laporan sebelumnya menetapkan 22 persen bintang seperti Matahari memiliki planet mirip Bumi yang mengorbit di zona layak huni.
On the Frequency of Potential Venus Analogs from Kepler Data

Stephen R. Kane, Ravi Kumar Kopparapu, Shawn D. Domagal-Goldman

arXiv (Submitted on 9 Sep 2014)

Akses : arXiv:1409.2886

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…