Skip to main content

Menguap Juga Menular Pada Serigala Canis lupus lupus

www.LaporanPenelitian.com - Menguap mewabah di serigala. Menguap menular pada Simpanse Pan troglodytes, Bonobo Pan paniscus, babun, anjing dan sekarang serigala menguatkan teori terkait rasa empati mamalia.

Setelah Anda melihat seseorang menguap, Anda dipaksa menguap juga. Sekarang tampaknya serigala ditambahkan ke daftar yang diketahui menyebarkan menguap seperti penyakit menular. Ada 2 teori untuk menjelaskan menguap.

Pertama menguap dapat memicu refleks dan kedua penangkapan menguap terkait kemampuan berempati. Teori empati bahwa menguap mengaktifkan area otak yang sama dengan area yang mengatur empati dan kognisi sosial.

Perilaku yang memerlukan koneksi emosional. Beberapa laporan menunjukkan keterampilan sosial tinggi lebih mungkin tertular. Demikian pula, simpanse, babun dan bonobo sering menguap ketika melihat anggota lain menguap.

Simpanse (Pan troglodytes verus) dapat menangkap menguap dari manusia. Meskipun, tren kurang jelas, satu laporan lain menemukan bukti menguap menular pada burung yang tidak terhubung ke empati.

Laporan tahun 2008 menunjukkan Anjing (Canis lupus familiaris) menangkap menguap dari manusia dan laporan lain menunjukkan anjing lebih mungkin menangkap menguap dari manusia akrab daripada orang asing.

Tapi upaya untuk melihat apakah anjing menangkap menguap satu sama lain dan untuk mereplikasi dengan manusia sejauh ini tidak beruntung. Sekarang laporan baru bukti pertama menguap menular pada Serigala (Canis lupus lupus).

"Kami menunjukkan serigala mampu menularkan menguap dan ini dipengaruhi oleh ikatan emosional antar individu," kata Teresa Romero, kognisian University of Tokyo.

Prevalensi menguap menular pada primata dan mamalia memberi beberapa petunjuk evolusi empati di bagian fenomena menarik dan sangat kontroversial. Keakraban dan ikatan sosial dengan cara yang sama seperti halnya pada manusia.
Social Modulation of Contagious Yawning in Wolves

Teresa Romero1,2 et al.
  1. Department of Cognitive and Behavioral Sciences, The University of Tokyo, Tokyo, Japan
  2. Japan Society for the Promotion of Science, Tokyo, Japan
PLoS ONE, August 27, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0105963

Gambar: T. Romero et al., DOI:10.1371/journal.pone.0105963

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…