Saturday, September 6, 2014

Paus Biru Balaenoptera musculus Bangkit Kembali

LaporanPenelitian.com - Jumlah Paus Biru California rebound. Hitung baru jumlah Paus Biru (Balaenoptera musculus) di lepas pantai California pada angka 2.200 individu yang mewakili sekitar 97 persen populasi pre-whaling.

Populasi Paus Biru (Balaenoptera musculus) di timur Pasifik Utara dianggap 'habis' di bawah Undang-Undang US Marine Mammal Protection dan tercantum dalam ‘red list’ oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) serta rmasuk dalam US Endangered Species Act.

Namun laporan baru bangkit kembali. Hewan terbesar di Planet Bumi hari ini lambat pulih setelah hampir punah diburu. Para ilmuwan melaporkan populasi Paus Biru California berjumlah sekitar 2.200 atau hampir setinggi pada awal 1900-an.

Mungkin pada kisaran 97% dari ukuran ekosistem yang benar-benar mendukung, meskipun penangkapan komersial berakhir pada tahun 1971 dan jumlah populasi saat ini "cukup mapan" bahwa indikasi tidak pernah pulih dan ada sesuatu yang mencegah dari pemulihan.

Beberapa peneliti menyarankan tabrakan fatal dengan kapal yang bergerak cepat adalah salah satu alasan jumlah semakin menurun. Data tag satelit lebih dari 150 Paus Biru di California menghabiskan sejumlah besar waktu makan di area tumpang tindih dengan kapal kargo.

"Pandangan pribadi saya adalah kita tidak ingin ada tabrakan kapal pada Paus Biru. Ini tragedi tidak peduli berapa jumlahnya," kata Trevor Branch, oceanografer University of Washington.

Semua pertanyaan mengenai langkah-langkah untuk memindahkan jalur pelayaran dan mengontrol kecepatan kapal dibenarkan. Pada akhirnya bola di tangan pembuat kebijakan untuk memutuskan upaya untuk mengurangi tabrakan.
Do ship strikes threaten the recovery of endangered eastern North Pacific blue whales?

Cole C. Monnahan1, Trevor A. Branch2 and André E. Punt2
  1. Quantitative Ecology and Resource Management, Seattle, Washington 98195, U.S.A
  2. School of Aquatic and Fishery Sciences, Seattle, Washington 98195, U.S.A
Marine Mammal Science

Akses : DOI:10.1111/mms.12157

Gambar: Gilpatrick/Lynn/NOAA
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment