Friday, September 5, 2014

Neurosaintis Demonstrasi Komunikasi Sadar Otak ke Otak

Laporan Penelitian - Pertama kali inovasi bioteknologi neurosains komunikasi direct brain to brain dua Manusia. Transmisi kata-kata 'hola' dan 'ciao' langsung otak ke otak antar dua subyek manusia memaku tonggak peradaban komunikasi.

Tim peneliti internasional mencicipi teknologi Internet-linked electroencephalogram (EEG) and robot-assisted and image-guided transcranial magnetic stimulation (TNS) untuk mengirim sinyal dari batin ke batin.

Langkah luar biasa komunikasi manusia dalam jarak ribuan mil adalah bukti prinsip pengembangan komunikasi otak-otak. Langkah pertama eksplorasi kelayakan melompati komunikasi berbasis bahasa atau motor berbasis tradisional.

Sebuah tindak lanjut yang dibangun sebelumnya teknologi berbasis EEG interaksi otak manusia-komputer bahwa elektroda melekat di kulit kepala mencatat pikiran seseorang di otak kemudian komputer menafsirkan sinyal output kontrol ke robot.

Tapi dalam eksperimen baru peneliti menambah ujung sistem komputer dengan manusia. Empat peserta sehat berusia 28-50 ditugaskan ke cabang antarmuka menggunakan EEG dalam kode biner dari India ke Prancis.

Subyek mengalami phosphenes yaitu kilatan cahaya di penglihatan tepi. Lampu muncul dalam urutan numerik yang memungkinkan penerima memecahkan kode pesan sementara subjek benar menerima kata-kata. Tes serupa di Spanyol dan Perancis.

"Menggunakan neuroteknologi presisi, kita mampu secara langsung dan non-invasif mengirimkan pikiran orang ke orang lain tanpa harus berbicara atau menulis," kata Alvaro Pascual-Leone, neurosaintis dari Harvard Medical School di Boston.



Conscious Brain-to-Brain Communication in Humans Using Non-Invasive Technologies

Carles Grau1,2 et al.
  1. Starlab Barcelona, Barcelona, Spain
  2. Neurodynamics Laboratory, Department of Psychiatry and Clinical Psychobiology, Psychology and Medicine Faculties, University of Barcelona, Barcelona, Spain
PLoS ONE, August 19, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0105225

Gambar: Carles Grau et.al., DOI:10.1371/journal.pone.0105225
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment