Thursday, September 4, 2014

Dendrogramma enigmatica dan Dendrogramma discoides

LaporanPenelitian.com - Hewan aneh berbentuk jamur menantang sistem klasifikasi hidup di kedalaman gelap Laut Tasman. Sebuah 'fosil hidup' pra-Kambrium meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi.

Organisme baru Dendrogramma menyelinap di antara organisme yang dikumpulkan pada kedalaman 400 hingga 1000 meter lereng benua Australia selatan-timur Selat Bass. Panjang 1,5 sentimeter dan lebar 1 sentimeter berbentuk jamur.

Lapisan materi jelly di antara kulit luar dan sel lambung dalam. Mulut dan anus bergabungan di tangkai. Dua spesies baru diidentifikasi dalam genus baru Dendrogrammatidae yaitu Dendrogramma enigmatica dan Dendrogramma discoides.

Dendrogramma mungkin sekeluarga Cnidaria atau kelompok primitif lain Ctenophora. Tapi Dendrogramma tidak memiliki sel penyengat yang mendefinisikan Cnidaria dan tentakel yang mendefinisikan Ctenophora.

Makhluk-makhluk memiliki kesamaan bentuk kehidupan punah periode Ediacaran 540-580 juta tahun lalu. Dendrogramma mungkin keturunan pra-Kambrium, meskipun studi molekuler diperlukan untuk jawaban lebih definitif dalam pohon kehidupan.

"Kami pada dasarnya menemukan hewan yang tidak dapat ditempatkan dalam sistem hewan saat ini," kata Jean Just, zoolog Natural History Museum of Denmark

Dendrogramma berbagi pola Trilobozoans dari Ediacara. Sayangnya, pola tubuh biologis sering diulang dalam organisme yang tidak terkait. Tapi mengumpulkan spesimen segar untuk studi molekuler tidak akan mudah.

"Sejauh seribu meter ke bawah memakan waktu yang lama," kata Just.
Dendrogramma, New Genus, with Two New Non-Bilaterian Species from the Marine Bathyal of Southeastern Australia (Animalia, Metazoa incertae sedis) - with Similarities to Some Medusoids from the Precambrian Ediacara

Jean Just1, Reinhardt Møbjerg Kristensen1, Jørgen Olesen1
  1. Section of Biosystematics, Natural History Museum of Denmark (Zoological Museum), University of Copenhagen, Copenhagen, Denmark
PLoS ONE, September 3, 2014

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0102976

Gambar: Jean Just et.al., DOI:10.1371/journal.pone.0102976
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment