Langsung ke konten utama

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Lihatlah benar-benar dekat di wajah dan Anda mungkin menemukan 2 kerabat mikroskopis laba-laba dan kutu tinggal di sana. Tungau biasanya jinak, Demodex folliculorum dan Demodex brevis, menggeliat ke pori-pori kulit dan folikel rambut termasuk bulu mata.

Tungau wajah tak segatal tungau kelamin. Berlimpah dalam tumpukan sebum di sekitar pori, tapi dalam kuantitas begitu banyak maka kulit menjadi memerah dan hidung berkerut-kerut seperti kulit jeruk.

Para ilmuwan menganalisis DNA kulit lembut yang dikerok dari hidung dan pipi 29 orang Amerika. Materi genetik Demodex dalam sampel kulit 70 persen dari orang di bawah umur 18 tahun bahwa pasca-pubertas adalah pelabuhan tungau.

Logging sampel genetik database tungau global mengungkapkan bahwa D. brevis berbeda menurut wilayah geografis. Jika dikonfirmasi pada skala lebih besar, genetika tungau menawarkan wawasan migrasi manusia selama ribuan tahun.
Ubiquity and Diversity of Human-Associated Demodex Mites

Megan S. Thoemmes1 et al.
  1. Department of Biological Sciences and W. M. Keck Center for Behavioral Biology, North Carolina State University, Raleigh, North Carolina, United States of America
PLoS ONE

Akses : DOI:10.1371/journal.pone.0106265

Komentar

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…