Skip to main content

NIAID Umumkan Tes Klinis Kandidat Vaksin Ebola

www.LaporanPenelitian.com - Tes vaksin eksperimental Ebola pada manusia dimulai. Pertama dari beberapa tes vaksin eksperimental pada manusia direncanakan terhadap virus Ebola akan dimulai pada minggu pertama bulan September.

National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) mengumumkan 28 Agustus tahap awal uji coba untuk menilai keamanan vaksin pada 20 orang dewasa sehat. Bekerja dengan GlaxoSmithKline, NIAID meluncurkan putaran kedua tes pada bulan Oktober.

National Institutes of Health (NIH) juga bekerja sama dengan pemerintah Inggris menguji vaksin eksperimental pada 60 sukarelawan sehat di Inggris, 40 di Gambia dan 40 di Mali. Pihak berwenang Nigeria kemungkinan juga menyertakan sukarelawan di sana.

NIH juga bekerja sama dengan US Department of Defense menguji vaksin eksperimental kedua yang dikembangkan Public Health Agency of Canada pada musim gugur. Wabah Ebola di Afrika Barat telah merenggut lebih dari 1.400 jiwa.

"Cara terbaik untuk mencegah penyebaran infeksi melalui tindakan kesehatan masyarakat. Vaksin akhirnya menjadi alat penting dalam upaya pencegahan," kata Direktur NIAID Anthony Fauci.
NIH to Launch Human Safety Study of Ebola Vaccine Candidate

National Institutes of Health, August 28, 2014

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…