Wednesday, August 27, 2014

Tengkorak Anak Taung Tak Punya Titik Lemah

www.LaporanPenelitian.com - Tengkorak anak kuno tidak punya titik lemah, CT scan tengkorak hominin muda berdating 3 juta tahun tidak menunjukkan tanda-tanda jenis kelemahan yang akan terlihat pada anak manusia dengan otak lebih besar.

Bayi saat lahir dengan sejumlah plat longar tengkorak yang bergabung membentuk bintik lembut. Satu kontribusi terbaru atas perdebatan panjang berjalan di permukaan apakah fosil Taung Child mungkin mewakili tanda-tanda awal sekering tengkorak.

Para ilmuwan mengusulkan teori bahwa manusia mengevolusi sifat ini untuk mengakomodasi otak yang terus berkembang sejak temuan tengkorak Homo neanderthalensis yang lebih besar dari otak leluhur manusia awal.

Ditemukan pada tahun 1924 di Afrika Selatan, Anak Taung pertama dan terbaik contoh evolusi otak hominin awal. Laporan baru mengusulkan tanda-tanda pertama adaptasi tengkorak hominin Australopithecus africanus yang hidup 3,3-2,1 juta tahun lalu.

"Jahitan metopic kokoh dan fontanel anterior terbuka, 2 fitur memudahkan pertumbuhan otak pasca persalinan bayi manusia," kata Kristian Carlson, antropolog University of Witwatersrand di Johannesburg.

Untuk menguji teori, Carlson dan rekan menggunakan resolusi tinggi computed tomography untuk melihat setiap lapisan tengkorak. Bukti menemukan perkembangan otak bayi hominin awal mirip dengan manusia modern.

"Catatan fosil hominin dan variasi simpanse tidak mendukung hipotesis bahwa hal ini berevolusi pada A. africanus atau hominin awal Homo," kata Carlson.
New high-resolution computed tomography data of the Taung partial cranium and endocast and their bearing on metopism and hominin brain evolution

Ralph L. Holloway1 et al.
  1. Department of Anthropology, Columbia University, New York, NY 10027
Proceedings of the National Academy of Science, August 25, 2014

Akses : DOI:10.1073/pnas.1402905111

Gambar: Didier Descouens via Wikimedia Commons
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment