Langsung ke konten utama

Thylacares brandonesis Arthropoda Silurian Pemburu

LaporanPenelitian.com - Arthropoda berangkat berburu mangsa, spesies baru Thylacares brandonesis, Crustacea karnivora berkeliaran di laut Silurian 435 juta tahun lalu, menangkap mangsa dengan kaki berduri sebelum melahap.

Fosil Thylacares brandonesis digali di Formasi Brandon Bridge dekat Waukesha, Wisconsin, adalah contoh tertua novel keluarga Thylacocephala. Makhluk seperti udang sebagian besar dari periode Jurassic dengan mata bulat.

Struktur otot dan morfologi kaki memfatwakan bahwa dahulu kala cakar panjang adalah pelengkap untuk menangkap mangsa mirip dengan remipedes modern yaitu krustasea buta yang hidup di gua-gua air garam.

Laporan baru memperluas jangkauan kelompok misterius arthropoda kembali ke Silurian 435 juta tahun lalu dan memberikan bukti mereka berada di antara krustasea, kelompok modern mencakup lobster, udang dan kepiting.

"Thylacares brandonesis mungkin predator aktif berburu yang menangkap mangsa dengan cakar depan dan melumat menjadi potongan lebih kecil di dekat mulutnya," kata Carolin Haug, biolog LMU Munich.

"Ini awal, Silurian, contoh Thylacocephala dalam banyak hal jauh lebih ekstrem dari spesies Jurassic. Ia masih memiliki ukuran mata normal yang sangat membesar di kemudian hari," kata Haug.

Deskripsi spesies baru Silur merupakan bagian penyelidikan lebih luas termasuk beberapa spesimen Jurassic. Teknik pencitraan modern memungkinkan para ilmuwan memvisualisasi rincian otot untuk membangun model 3D dan memahami kebiasaan hidup makhluk.
The implications of a Silurian and other thylacocephalan crustaceans for the functional morphology and systematic affinities of the group

Carolin Haug1 et al.
  1. Department of Biology II and GeoBio-Center, LMU Munich, Großhaderner Str. 2, Martinsried-Planegg, 82152, Germany
BMC Evolutionary Biology, 22 August 2014

Akses : DOI:10.1186/s12862-014-0159-2

Gambar: Carolin Haug et al., DOI:10.1186/s12862-014-0159-2

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…