Saturday, August 16, 2014

Geometri Putih Kumbang Cyphochilus dan Lepidiota stigma

Laporan Penelitian - Kumbang begitu indah begitu cerah, lebih putih dari putih dan sisik membuat lebih putih dari kertas. Tidak ada teknologi manusia menandingi kecerdasan Cyphochilus dan Lepidiota stigma menggunakan material tipis.

Hewan menghasilkan warna elegan untuk beberapa tujuan dari kamuflase, komunikasi, kawin dan termoregulasi. Warna-warna cerah diproduksi pigmen yang menyerap panjang gelombang cahaya tertentu dan mata manusia menilai sebagai warna.

Skala kumbang Cyphochilus dan Lepidiota stigma di Asia Tenggara padat jaringan kompleks filamen kitin, zat dengan struktur molekul mirip selulosa, seperti bangunan dinding sel jamur dan kerang dari krustasea hingga serangga exoskeleton.

Eksperimen selama jutaan tahun evolusi dunia kumbang membangun jaringan kompresi filamen kitin. Filamen kitin buruk memantulkan cahaya. Tapi spektroskopi optik menemukan geometri jaringan memantulkan cahaya sangat efisien.

Kumbang mengoptimalkan struktur internal untuk menghasilkan putih maksimal dengan bahan minimal. Efisiensi sangat penting bagi serangga terbang. Sifat fisik skala ultra-putih dapat digunakan untuk membuat kertas, plastik dan cat lebih putih.

"Teknologi saat ini tidak mampu menghasilkan lapisan putih seperti kumbang ini dalam lapisan tipis seperti itu," kata Silvia Vignolini, fisikawan University of Cambridge di UK.




Bright-White Beetle Scales Optimise Multiple Scattering of Light

Matteo Burresi1,2 et al.
  1. European Laboratory for Non-linear Spectroscopy (LENS), Università di Firenze, 50019 Sesto Fiorentino (FI), Italy
  2. Istituto Nazionale di Ottica (CNR-INO), Largo Fermi 6, 50125 Firenze (FI), Italy
Scientific Reports, 15 August 2014

Akses : DOI:10.1038/srep06075

Gambar: Lorenzo Cortese dan Silvia Vignolini
Video: Matteo Burresi et al., DOI:10.1038/srep06075
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment